Mewujudkan insan yang Qur’ani, Amali, dan Saintis sehingga mampu mencetak generasi-generasi Qur’ani, Sebelum melanjutkan artikel 4 Panduan Memilih Pesantren Sebelum Mendaftarkan Anak, Sekedar kami info:

Apabila Anda Mendambakan putra/putri untuk menjadi Tahfidz kunjungi website Pondok Pesantren Tahfidz

Beberapa hari ini jadi fase mulai dibukanya register tahun bimbingan anyar buat calon santri yang bertekad masuk pesantren. Berbarengan dengan itu, sejumlah sekolah mulai juga masuk fase kelulusan pelajarnya. Entahlah itu dari jenjang SD, SMP atau SMA.

Buat kalian yang mau daftarkan diri ke pesantren, atau mendaftarkan anak atau sanak keluarga, saya ada sedikit pedoman buat putuskan pesantren serasi serta tentunya biar si calon santri senang.

1. Tentukan lebih dahulu jenis pesantrennya

Setahu saya terdapat banyak jenis pesantren di Indonesia. Pertama, pesantren salaf. Pesantren ini gaya pendidikannya cuma pesantren saja tiada sekolah. Karenanya, cuma ngaji atau belajar pengetahuan agama saja, tiada sekolah sah.

2. Putuskan di dalam atau luar tempat

Normalnya tempat di Indonesia utamanya di pulau Jawa, pastilah ada pesantrennya. Sedikitnya satu atau dua pesantren. Oleh sebab itu, butuh dikukuhkan lebih dahulu mau putuskan di tempat sendiri, di luar kota, atau bahkan di luar provinsi sekalipun. Menurut saya ini cukup penting dikenang pula sebelum saat mandaftar.

Butuh dipertimbangkan lebih dahulu, apa calon santri udah punya bibit kemandirian atau memang tidak. Bila sudah, ya sah-sah saja mau diletakkan di tempat mana saja, bahkan jauh sekalipun.

Kalau kurang begitu mandiri, lebih baik cari di tempat sendiri saja biar si calon santri menyamakan mandiri secara perlahan serta pihak wali santri enteng datang saat berada keperluan. Tidak memanjakan santri anyar, tapi kalau terlalu didesak, seramnya santri ini tidak akan senang di awalan kali adaptasinya.

Nah, kalau santrinya udah menyamakan serta udah mandiri, lantaran itu boleh-boleh saja pelajari ke tempat yang lebih jauh buat memperdalam keilmuan serta pengalaman.

3. Setiap pesantren normalnya punya fokus keilmuan agama

Setiap pesantren pastilah punya fokus keilmuan agama, atau sedikitnya punya dominasi keilmuan yang diberi di pesantrennya. Contoh, pada tempat saya belajar fokus pada keilmuan Fiqih, juga ada Ponpes Fathul Ulum Kwagean Kediri yang fokus pada Tasawuf. Bahkan sejumlah ada yang fokus buat santri Tahfidz.

Nah, tinggal menyamakan dengan animo, ketenteraman, atau kesukaan dari calon santrinya. Ini punya maksud biar keterampilan calon santri lebih biasa serta santri nyaman dengan penilaian yang jalan di pesantrennya.

4. Cari info lebih kurang tingkat kedisiplinan pesantren maksud

Peluang ini penting menjadi perhatian. Kasusnya normalnya santri yang tidak senang itu lantaran bedanya dengan gaya kedisiplikan dari pesantrennya.

Karenanya terdapat banyak pesantren yang punya tingkat kedisiplinan yang tinggi, bahkan ada yang tidak membiarkan santri keluar sama sekalinya. Akan tetapi, juga ada yang tidak ketat sedikit pula, bahkan mempercayai kesadaran dari masing-masing individu.

Buat calon santri yang berpola pikir enteng berkembang, enteng memiliki pikiran dewasa, enteng kenali, enteng samakan kondisi, meskipun si calon santri ini nakal sekalipun, lantaran itu tidak jadi kasus diletakkan di pesantren yang tidak ketat. Kasusnya kenakalannya dapat luntur sendirinya saat lihat kondisi seputarnya tiada himpitan.

Nah, sementara buat calon santri yang sedikit bebal, nakal, susah dirapikan, dan seterusnya, saya rekomendasikan jangan diletakkan pada daerah yang serius disiplin. Iya kalau dia enteng kenali serta dewasa, lah kalau tidak? Mungkin si calon santri malahan tidak senang. Saya rekomendasikan taruhlah calon santri ini pada daerah yang tingkat kedisiplinannya tengahnya, tidak terlalu ketat, akan tetapi tidak juga terlalu lembek.

Serta yang disiplin serta ketat sekali, peluang lebih serasi buat gaya santri yang punyai kejujuran tinggi, komitmen tinggi serta semacamnya. Kasusnya santri itu dapat terpacu dengan cuaca pada tempat itu.