Ketika kalian beli motor kebanyakan kami dapat menanyakan berapa cc kapasitas mesin tersebut, tersedia yang 110 cc, 125 cc, 250 cc hingga bersama 1000 cc. Kalau untuk mobil ya 1500 cc, 2000 cc hingga 2500 cc dan tersedia yang lebih besar dari itu untuk mobil-mobil super car.

Kapasitas mesin berikut di sanggup dari volume silinder, yang termasuk merupakan dari volume langkah piston (piston displacement). Volume silinder ini termasuk jadi tidak benar satu basic dari pemilihan perbandingan kompresi.

Baca : Flow Meter Tokico 2 Inch

 

Apa itu Perbandingan Kompresi?
Perbandingan kompresi merupakan perbandingan pada keseluruhan volume di dalam silinder + area bakar bersama dengan volume area bakar, jadi besar perbandingan kompresinya maka jadi tinggi pula tekanan kompresi yang bakal dihasilkan.

 

Namun, bukan artinya terus dimaksimalkan, dikarenakan yang amat tinggi termasuk belum pasti baik. Sehingga kata yang tepat untuk mewakili perbandingan kompresi yang paling baik adalah “optimal” atau sesuai dengan kebutuhan.

Sehingga saat motor tersebut dikhususkan untuk harian, maka perbandingan kompresinya termasuk di desain seoptimal mungkin untuk harian. Begitu termasuk kecuali dikhususkan untuk balap, maka perbandingan kompresinya termasuk dibikin seoptimal mungkin untuk balapan. Yang pasti, perbandingan kompresi untuk balap biasanya lebih tinggi berasal dari perbandingan kompresi untuk motor harian.

 

Sebelum menghitung perbandingan kompresi, maka kami mesti mengukur dua buah volume yakni volume ruang bakar dan volume silinder (volume cara piston). Untuk mengukur volume ruang bakar memang membutuhkan cara yang lebih rumit, hal selanjutnya gara-gara wujud berasal dari ruang bakar yang tidak beraturan.

Biasanya setiap pabrik sediakan Info perihal volume silinder dan perbandingan kompresinya, sehingga berasal dari situ sanggup diketahui volume ruang bakarnya. Namun, fokus kami terhadap peluang kali ini adalah perihal cara mengukur volume silinder dan perbandingan kompresi.

 

Sedangkan untuk mengukur volume silinder, maka kami mampu mengukur cara piston dari TMB (Titik Mati Bawah) hingga dengan TMA (Titik Mati Atas). Kemudian jikalau pistonnya lebih dari satu layaknya pada mobil, maka memadai dikalikan dengan jumlah silinder agar akan diketahui keseluruhan volume silindernya.

Semakin besar dari volume cara piston ini, tentu akan semakin besar output yang dihasilkan. Namun, keperluan dari bahan bakar juga akan lebih banyak.

Data-data yang diperlukan untuk menghitung volume silinder ini antara lain diameter silinder, panjang lankah piston. Rumusnya serupa dengan menghitung volume sebuah tabung yaitu : πr²t. Karena kami lebih enteng mengukur diameter (D) daripada jari-jari (r), maka diameternya mesti dibagi 2, sebab kuadrat maka jadi 4.

 

Keterangan :

V : Volume silinder (volume langkah piston)

π : Phi yang memiliki nilai (3,14159) atau 22/7

D : Diameter silinder

L : Langkah piston

N : Jumlah silinder

Ketika sudah diketahui volume silindernya, maka kita bisa menghitung perbandingan kompresinya. Lhaa volume ruang bakarnya?

 

Dalam soal teknik otomotif pasti volume ruang bakarnya sudah diketahui, atau jika belum berarti volume ruang bakarlah yang dicari. Karena tidak ada rumus pasti yang mampu menghitung volume ruang bakar.