Majas didefinisikan sebagai – Kiasan sering dianggap identik dengan gaya bahasa. Namun pada dasarnya, majas itu sendiri terkandung dalam gaya bahasa. Sebelum membahas pengertian majas dan jenis-jenisnya, tahukah Anda apa yang dimaksud dengan gaya bahasa? Perlu juga dicatat bahwa makna bahasa kiasan itu sendiri sangat luas, tetapi ini tidak berarti bahwa itu tidak dapat didefinisikan seperti yang dikatakan Leech dan Short (1981). Leech and Short (1981): Gaya bahasa adalah cara menggunakan bahasa dalam konteks tertentu, oleh orang tertentu, dan untuk tujuan tertentu.

Secara etimologis, gaya bahasa disebut gaya lilin. Seiring perkembangannya, gaya menjadi kemampuan dan keterampilan menulis atau menggunakan kata-kata dengan indah. Salah satu fungsi gaya bahasa adalah gaya bahasa. Makna bahasa kiasan adalah teknik mengungkapkan bahasa yang maknanya tidak langsung mengacu pada objek yang dimaksud. Contoh bahasa kiasan adalah majas. Atas dasar ini, apa yang dimaksud dengan bahasa kiasan, dan apa saja contoh bahasa kiasan itu sendiri yang merupakan bahasa kiasan dan gaya bahasa? Berikut penjelasannya.

Apa yang dimaksud dengan majas kiasan?

Secara umum, majas diartikan sebagai bahasa yang indah yang digunakan untuk memperindah susunan kalimat agar dapat mengesankan pembaca dan pendengarnya dengan kesan imajinatif atau untuk menghasilkan efek tertentu. Selain itu, majas juga dapat diartikan sebagai penggunaan gaya bahasa untuk memperoleh nuansa tertentu yang mampu menimbulkan kesan kata-kata imajinatif.

Baca Juga : Google Scholar Jurnal Internasional

Stallion Haas adalah?

Seperti yang kita ketahui bersama, ada empat jenis majas: majas perbandingan, majas kontras, majas koneksi, dan majas repetisi. Contoh berbagai kiasan diilustrasikan di bawah ini:

  1. Bandingkan

Majas kontradiktif adalah majas yang mengungkapkan perbandingan dalam hal menciptakan kesan dan pengaruh bagi pembaca dan pendengarnya. Majas ini terdiri dari 5 macam, yaitu:

 

1.

Semacam. Metafora atau asosiasi adalah metafora yang membandingkan dua hal yang berbeda tetapi dianggap sama, digunakan dalam penggunaan kata-kata seperti, misalnya, seperti, dll, seperti. Misalnya, wajahnya sepucat mayat, dan wajahnya tampak seperti bulan purnama.

  1. Metafora adalah majas yang mengandung ungkapan langsung berupa analogi dan perbandingan. Salah satu contohnya adalah bahwa Jonathan adalah bintang kelas dunia dan sampah masyarakat akhirnya ditangkap oleh polisi.
  2. Antropomorfisme adalah metafora yang membandingkan benda mati dengan ciri-ciri mirip manusia seolah-olah hidup. Seperti hujan menari di atap dan bulan tersenyum pada bintang-bintang.
  3. Alegori adalah penggunaan bahasa yang sebaliknya mengandung dongeng dan deskripsi, seringkali dalam bentuk cerita dengan simbol moral. Misalnya, iman adalah kemudi zaman, suami adalah kapten, istri adalah juru mudi,
  4. e) Simbolik adalah majas yang mengandung majas atau dilambangkan dengan lambang-lambang atau lambang-lambang untuk mengungkapkan maknanya. Misalnya, rumah dibakar dengan sijago merah.
  5. Oposisi melawan

Majas adalah majas yang menggunakan kata-kata kiasan untuk mengungkapkan kontradiksi yang dimaksudkan oleh penulis atau pembicara untuk memberi dampak atau kesan pada pembaca dan pendengar. Ada 4 macam majas, yaitu:

Semacam. Berlebihan adalah perangkat retorika yang mengandung kesan berlebihan agar lebih berkesan atau untuk menarik perhatian. Misalnya, dia tercengang ketika melihat tubuh wanita itu.

  1. Paradoks adalah majas yang mengandung kontradiksi antara suatu pernyataan dengan fakta yang ada. Misalnya, saya merasa kesepian di pusat kota Jakarta yang ramai.
  2. Oposisi adalah majas yang menggunakan pasangan kata yang berlawanan makna. Seperti usia, ukuran, pesta kembang api yang semarak atau kemiskinan, kekayaan, keindahan dan keburukan di mata Tuhan.
  3. Litotes adalah kiasan yang mengandung kebalikan dari kenyataan dan dirancang untuk merendahkan diri. Misalnya, menerima hadiah yang tidak berharga ini sebagai rasa terima kasih saya.
  4. Keterkaitan

Majas ini berarti majas yang mengandung kata-kata kiasan yang berkaitan dengan pikiran, ingatan. Ada 4 macam majas:

1.

Semacam. Metonymy adalah perangkat retoris yang menggunakan nama objek lain, seperti merek, atribut, atau karakteristik. Contohnya adalah aspirasi jarum yang sering.

  1. Synecdode adalah menggunakan kata yang sama dengan fakta untuk klarifikasi. Contohnya adalah bagian yang berani dari gardu induk Belanda.
  2. Alusio adalah majas yang menggunakan kata-kata yang berkaitan dengan peristiwa umum yang terjadi atau menggunakan kata-kata umum untuk mengungkapkan makna. Misalnya, dia tidak melihat batang hidungnya selama dua hari.
  3. Eufemisme adalah majas yang menggunakan kata-kata yang sopan dan lembut. Contohnya adalah di mana Anda dapat menemukan toilet.
  4. Ulangi/Tegaskan

Mengulangi/menegaskan majas adalah kata-kata kiasan yang mengungkapkan penegasan untuk meningkatkan kesan dan dampak pada pendengar dan pembaca. Majas ini terdiri dari 5 macam, yaitu:

1.

Semacam. Pleonasme adalah majas yang menggunakan kata-kata secara berlebihan untuk menekankan makna kata. Contohnya adalah saya menaiki tangga ke atas.

  1. Aliterasi adalah penggunaan kata-kata yang dimulai dengan suara yang sama. Contohnya adalah Dara Damba Daku.
  2. Pengulangan adalah perangkat retoris yang mengulangi kata atau frase yang sama untuk perhatian atau penekanan. Misalnya, tidak setiap rasa sakit menjadi luka, dan tidak setiap kesepian menjadi duri.
  3. Paralel adalah majas yang biasanya terdapat dalam puisi yang terdiri dari baris-baris yang berbeda.
  4. Anataklasis adalah majas yang mengandung pengulangan kata yang sama dengan makna yang berbeda. Contohnya adalah seorang ayah yang selalu membawakan buah-buahan untuk anak-anaknya.

Jadi mengapa judul pesan kiasan? Definisi dan jenis ini. Semoga informasi ini bermanfaat bagi kita semua. Itu saja, terima kasih. Salam berbagi teman.