5 Perubahan Perilaku Hewan yang Terjadi Akibat Pemanasan Global  

Pemanasan global merupakan suatu fenomena global yang dipicu oleh aktivitas manusia yang berhubungan dengan penggunaan bahan bakar fosil serta kegiatan alih guna lahan, seperti merubah hutan menjadi perkebunan dan lahan pertanian.

Lalu kegiatan tersebut menghasilkan gas-gas yang semakin lama semakin banyak jumlahnya di atmosfer, seperti gas karbondioksida (CO2) melalui proses yang disebut dengan dengan efek rumah kaca.

Efek rumah kaca atau dengan istilah kerennya greenhouse effect merupakan istilah yang sering muncul dan erat kaitannya dengan pemanasan global.

Disebut dengan efek rumah kaca karena adanya peningkatkan suhu bumi akibat dari suhu panas yang terjebak di dalam atmosfer bumi.

Dengan begitu, prosesnya hampir mirip dengan rumah kaca yang berfungsi untuk menjaga kehangatan atau suhu tanaman di dalamnya.

Ada banyak dampak yang ditimbulkan oleh pemanasan global, karena bisa mempengaruhi perubahan iklim. Lalu apa saja dampak dari pemanasan global? Untuk lebih jelasnya mari kita simak bersama ulasan berikut ini.

  1. Iklim Tidak Stabil

Seperti yang sudah dikatakan sebelumnya bahwa dampak pemanasan global salah satunya adalah menyebabkan iklim tidak stabil. Anda tahu perbedaan iklim dengan cuaca?

Perlu diketahui bahwa iklim adalah rata-rata cuaca yang meliputi daerah yang luas dengan waktu yang lama. Sedangkan cuaca adalah keadaan udara pada suatu saat di derah yang relatif sempit.

Adapun faktor-faktor yang dapat mempengaruhi iklim dan cuaca adalah sama, yakni sinar matahari, suhu, tekanan udara, kelembabab udara, angin, awan dan curah hujan. Jika dahulu iklim dapat diprekdisikan dengan mudah. Dimana, biasanya bulan Oktober sampai Maret, musim hujan akan terjadi tapi kini seringkali meleset. Lalu di beberapa daerah lain terjadi kekeringan akibat kemarau panjang.

Pemasan global juga menyebabkan bagian Utara dari belahan Bumi Utara Northhern Hemisphere) akan memanas lebih dari daerah-daerah lain di Bumi. Akibatnya, gunung-gunung es yang ada disana mulai mencair sehingga daratan akan semakin menyempit. Sudah tidak banyak lagi kita jumpai es yang mengapung disana.

Selain itu, daerah-daerah yang dulu mengalami salju ringan kini tidak mengalaminya lagi. Lalu di bagian pegunungan di daerah subtropis, bagian yang tertutup salju akan semakin sedikit dan akan lebih cepat mencair.

Di beberapa area musim tanam akan lebih lama. Dimana, suhu pada musim dingin dan malam hari akan cenderung untuk bertambah.

Bukan hanya itu, daerah yang hangat akan menjadi lebih lembap karena lebih banyak air yang menjadi uap dan lepas dari lautan.

Angin akan bertiup lebih kencang dan memiliki pola yang berbeda dengan sebelumnya.

Curah hujan di seluruh dunia telah naik sebesar 1% dalam seratus tahun terakhir ini.

  1. Meningkatnya Permukaan Air Laut

Denganmencairnya es di daerah kutub telah menyebabkan volume air laut akan meningkat, akibatnya akan terjadi kenaikan permukaan air laut.

Perlu diketahui bahwa tinggu muka laut di seluruh dunia saat ini telah meningkat 10-25 cm (4=10 inch) selamaabad ke-20, dan para ilmuwan IPCC memprediksikan peningkatan akan terus berlanjut hingga 9-88 cm (4-35 inci) pada abad ke-21.

Selain itu, erosi dari tebing, pantai, dan bukit pasir akan mengalami peningkatan. Pada saat lautan mencapai muara sungai, banjir akibat air pasang tidak bisa dihindari lagi.

Mungkin itu saja artikel kali ini tentang dampak pemanasan global. Semoga dengan mengetahui dampaknya ini akan membuat kita sadar untuk selalu menjaga alam yang ada di sekitar kita.