Kegiatan menjahit atau yang lebih dikenal dengan dunia fashion tentunya tidak terlepas dari peralatan yang dibutuhkan. Bagi pemula yang baru pertama kali terjun ke dunia menjahit mungkin masih bingung dan penasaran dengan peralatan yang dibutuhkan, dimana membelinya dan berapa harganya.

Peralatan Dasar Menjahit

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, pada kesempatan kali ini saya akan membagikan informasi tentang 15 peralatan dasar yang dibutuhkan untuk kegiatan menjahit.

Seperti yang sudah saya tulis sebelumnya, bisa menjahit tidak harus kursus karena Anda bisa belajar sendiri tanpa guru atau wiraswasta. Ada beberapa alat penting yang harus diketahui pemula, yaitu:

1. Mesin jahit

Mesin jahit adalah peralatan yang sangat penting bagi penjahit. Ada dua jenis mesin jahit yang bisa digunakan, yaitu mesin jahit manual dan mesin jahit portable.

Sebelum membeli mesin jahit, pikirkan tentang mesin yang cocok untuk Anda dan yang terpenting Anda bisa menggunakannya. Tidak ada gunanya memiliki mesin jahit yang mahal tapi sulit digunakan.

Sebagai pemula, membeli mesin jahit manual bisa menjadi pilihan. Selain lebih murah, mesin jahit manual juga mudah digunakan. Namun jika Anda memiliki uang lebih, tidak salah untuk membeli mesin jahit portable.

Untuk memiliki mesin jahit, Anda tidak perlu membeli mesin baru di toko. Belilah mesin bekas yang masih mahal dan tidak berguna atau tidak. Yang pasti sesuai dengan kebutuhan Anda dengan budget Anda.

2. Benang jahit

Mesin tersedia. Selain itu, yang dibutuhkan bukanlah benang. Dalam kegiatan menjahit, keberadaan benang sangatlah penting. Banyak jenis benang yang digunakan dalam dunia menjahit. Pilih benang yang kuat dan tidak mudah putus. Benang yang digunakan juga harus dicocokkan dengan warna kain tertentu.

3. Jarum

Ada tiga jarum yang digunakan untuk proses menjahit, yaitu:

Jarum khusus mesin jahit: Ada beberapa merk jarum mesin jahit yang bisa digunakan. Atur dengan mesin Anda. Biasanya jarum jahit ini dijual dalam kemasan plastik dan kertas yang berisi 10 pcs.

Untuk angka jarum umumnya menggunakan angka 9-14. Untuk merekam, pilihlah jarum yang berkualitas baik. Pengalaman membeli jarum dengan merek tertentu ternyata tidak bisa digunakan.

Jarum tangan: Jarum ini digunakan secara manual, yaitu dengan tangan. Sebelum menjahit dengan mesin, biasanya diperlukan teknik jahit jelujur. Begitu pula saat menjahit pinggiran baju atau rok dengan teknik jahit soom (jumlah).

Jarum peniti : Jarum ini biasanya ditempelkan pada kain yang ditumpuk dan untuk menyambung kain. Tujuan penggunaan peniti ini adalah untuk memudahkan saat menjahit agar kain tidak berpindah atau berubah.

4. Pensil/pena dan kertas

Ternyata bukan hanya anak sekolah saja yang membutuhkan pensil. Manajer juga membutuhkan peralatan yang satu ini. Di dunia fashion, pensil ini digunakan untuk menggambar pola.

Misalnya, saat membuat gaun, polanya harus digambar terlebih dahulu. Untuk membuat pola, Anda pasti membutuhkan kertas. Banyak jenis kertas yang dapat digunakan untuk membuat pola seperti kertas koran, kertas perkamen atau kertas manila. Saya biasanya menggunakan koran.

Cara membuat pola cukup mudah. Anda dapat menjiplak garmen yang sudah jadi dan kemudian menggambarnya menjadi sebuah pola. Kemudian pola tersebut dapat disimpan untuk digunakan kembali jika diperlukan.

5. Alat ukur

Bikin kaos atau apa aja yang perlu diukur dulu ya? Ya, disinilah pentingnya alat ukur. Ada beberapa jenis alat ukur yaitu penggaris dan meteran. Dalam dunia mode, penggaris yang digunakan antara lain penggaris biasa, penggaris segitiga dan penggaris sedikit melengkung.

Penggaris segitiga biasanya digunakan untuk membuat garis lurus saat menggambar pola, sedangkan penggaris sedikit melengkung biasanya digunakan untuk membuat pola rok bawah. Sebagai pemula, miliki penggaris yang cukup untuk memudahkan membuat garis lurus.

6. Meteran

Meteran jahit umumnya panjangnya 150 cm yang bisa digulung. Fungsi dari meteran ini adalah sebagai pengganti penggaris jika yang diukur lebih dari 30cm.

Misalnya saat membuat baju, rok, sarung bantal atau tutup kulkas, tentunya kita ingin mengetahui ukuran yang diinginkan. Meteran ini juga digunakan untuk mengukur badan saat membuat pakaian sehingga didapatkan ukuran yang sesuai.

7. Alat pemotong

Kegiatan menjahit tidak terlepas dari peralatan gunting dan gunting. Peralatan ini sangat penting untuk diketahui pemula. Berikut ini adalah jenis-jenis alat potong dalam kegiatan menjahit.

Gunting Kertas: Gunting kertas ini dirancang khusus untuk memotong kertas pola dan kain viseline tebal. Biasanya gunting yang digunakan untuk memotong kertas akan cepat dan tidak bisa digunakan untuk memotong kain.

Gunting: Gunting ini berukuran kecil tetapi memiliki ujung yang tajam. Saat akan menjahit atau menyelesaikan menjahit, Anda pasti membutuhkan gunting untuk memotong benang, bukan?

Gunting kecil lebih praktis saat dipegang, sehingga lebih mudah digunakan. Selain praktis, fungsi gunting ini adalah untuk memotong benang yang sulit dijangkau dengan gunting kain, seperti saat membuat tas. Ada bagian tertentu yang sulit dipotong menggunakan gunting kain.

Ingin Konveksi wilayah Jogja & sekitarnya? Bisa mengunjungi situs website https://www.jasakonveksijogja.com/

Gunting kain: Gunting kain harus khusus untuk memotong kain. Karena untuk memotong kain membutuhkan gunting yang tajam. Untuk menjaga ketajaman gunting, usahakan hanya memotong kainnya saja.

Jangan gunakan gunting kain ini untuk memotong kertas atau kain viseline. Karena jika digunakan untuk memotong bahan lain dapat menyebabkan gunting tumpul dengan mudah.

8. Pembuka Jahitan

Melakukan kesalahan saat menjahit adalah hal yang biasa dialami oleh para profesional dan pemula. Untuk membuka jahitan yang tidak diinginkan, perlu melepas jahitan untuk membuka jahitan.

Tips: Setelah digunakan, masukkan kembali masing-masing gunting ke dalam dudukan/sarung tangan plastik yang disertakan serta alat rem untuk menjaga ketajamannya.

9. Penanda kainnya

Setelah membuat pola kemeja, Anda membutuhkan spidol kain untuk menggambar pola di atas kertas atau langsung di atas kain. Penanda kain yang umum digunakan adalah:

Kapur Jahit

Saat membuat kemeja atau rok, Anda pasti membutuhkan spidol kain berbentuk kapur jahit yang juga bisa digunakan untuk menggambar pola pada kain. Jangan gunakan terlalu tebal agar kapur jahit mudah lepas saat dicuci.

10. Pensil kain

Alat yang satu ini biasanya digunakan untuk membuat pola. Setelah pola digambar dengan pensil biasa, untuk mengentalkan gambar biasanya saya menggunakan pensil kain yang terdiri dari dua warna, merah dan biru.

Saya biasanya menggambar pola depan dengan pensil biru, sedangkan pola belakang, saya menggunakan yang merah. Jangan gunakan pensil kain ini untuk menggambar pola pada kain karena sulit untuk dihilangkan meskipun telah dicuci berulang kali.

11. Rader dan kertas karbon

Raders dan kertas karbon adalah alat untuk menggambar pola pada kain. Saat menggambar pola pada kain, biasanya diperlukan dua alat. Cara menggambar pola menggunakan radar adalah dengan meletakkan pola kertas di atas kertas karbon kemudian pola tersebut digambar di atas kain menggunakan radar.

Karena radar memiliki roda bergerigi, pola yang tergambar akan menghasilkan garis putus-putus. Ada berbagai pilihan warna kertas karbon. Pilih kertas karbon dengan warna cerah agar pola pada kain dapat terlihat dengan jelas.

Pada dasarnya, ada yang lebih penting untuk menjahit, yaitu kain. Mengapa saya tidak menambahkan kain ke daftar? Karena kita semua tahu bahwa saat menjahit, pasti ada kain yang akan dijahit.

Yuk ketahui juga jenis-jenis sablon terbaik.

Menurut saya, kain tidak termasuk dalam peralatan, tetapi termasuk dalam kategori bahan. Sebagai permulaan, jangan membeli kain mahal, seperti katun Jepang, terutama sutra. Beli kain murah, seperti kiloan. Anda juga bisa menggunakan tambalan atau kain daur ulang dari pakaian bekas.