Acara tunangan sebagai pertanda kesungguhan seorang pria untuk menikah dengan si idola hati. Umumnya bakal ada acara penyematan cincin di jemari wanita yang dilamar sebagai pertanda ikatan cinta.

Cincin Tunangan Di Jemari Mana Menurut Islam? Ini Penjelasannya

Beberapa dari Anda kemungkinan masih bimbang, penyematan cincin pertunangan di jemari mana menurut Islam? Jawaban atas ketidaktahuan Anda akan terjawab lewat keterangan di artikel ini kali. So, dibaca baik yah!

Acara Tunangan Menurut Islam

Dalam Islam sebetulnya tidak mengenali istilah tunangan, yang ada ialah khitbah yang disebut acara lamaran calon mempelai pria ke faksi calon mempelai wanita.

Sebetulnya arah acara tunangan atau khitbah sama yakni minta kesediaan calon mempelai wanita dan keluarganya untuk meneruskan jalinan ke tingkatan yang lebih serius yakni berumah-tangga.

Lantas bagaimanakah hukum tunangan dalam Islam? Mayoritas ulama memiliki pendapat jika hukum tunangan dalam Islam yakni mubah atau bisa. Dengan catatan semua persyaratan dan ketetapan lamaran atau khitbah tercukupi, yang salah satunya:

  • Wanita yang hendak dilamar atau dibawa melakukan pertunangan sedang tidak dalam pinangan pria lain.
  • Wanita yang dilamar sedang tidak dalam cerai raj’i yang memungkinkannya ada proses berbaikan kembali dengan suami syahnya. Sang pria harus menanti periode iddahnya habis dan wanita yang dilamar tidak ada niat kembali untuk berbaikan dengan bekas suaminya.
  • Wanita yang barusan ditinggalkan mati oleh suaminya dan sedang jalankan periode iddahnya bisa dilamar atau dibawa melakukan pertunangan dengan jinayah atau kritikan.

Ke-3 syarat di atas ialah persyaratan wajarah yang harus disanggupi. Bila tidak tercukupi karena itu pinangan atau acara tunangannya bisa dipandang tidak syah.

Keinginan ajakan tunangan bisa dikatakan langsung oleh calon mempelai pria dan juga bisa diwakili oleh orang yang lain dipercaya. Saat calon mempelai wanita menyepakati tunangan si pria karena itu dia sudah sah dilamar dan jangan kembali terima pinangan dari pria lain.

Penyematan Cincin Tunangan dalam Islam

Sebagai pertanda lamaran atau tunangan diterima maka ada acara bertukar cincin atau penyematan cincin pada jemari manis calon mempelai wanita. Lebih persisnya, untuk acara tunangan penyematan cincin pada jemari manis samping kiri wanita.

Ini mengisyaratkan jika calon mempelai pria belum sah terlilit dengan calon mempelai wanita. Acara ini sebetulnya sebagai rutinitas saja yang tidak ada pada Islam.

Tetapi, Islam memperkenankan seorang pria memberikan hadiah yang dalam Islam disebutkan urf pada tunangannya. Jika nantinya pria menggagalkan lamaran atau lamaran karena itu sang pria jangan ambil kembali hadiah yang telah diberi pada wanita.

Pertanyaan berkenaan hukum tunangan dan penyematan cincin pertunangan di jemari mana telah terjawab, kan? Nantikan apa lagi, selekasnya persiapkan cara mengukur cincin pertunangan terbaik buat pasangan Anda saat ini juga.