Sebagai instrumen pengukur material udara, bubuk, maupun fluida, flow meter memiliki banyak tipe sesuai tujuan pemasangan serta desain keinginan penggunanya. Berikut adalah jenis flow meter terbaik untuk air yang sering dipakai.

1. Ultrasonic

Ultrasonic merupakan sistem yang instalasinya menggunakan sistem non contact, yaitu sensor transducernya tidak mengalami kontak langsung dengan cairan. Maka dari itu, ultrasonic disebut juga sebagai flow meter air portable.

Cara kerja jenis ultrasonic flow meter air limbah adalah dengan menghitung kecepatan aliran fluida melalui penggunaan ultra sound. Setelah itu, akumulasi flow rate dapat diketahui lewat luas penampang suatu jalur aliran.

Kegunaannya untuk mengecek performa pompa, analisa proses flow rate fluida, menghitung heat energy, sistem pendinginan untuk cooling tower, mengetahui besar kecilnya aliran cairan pada suatu pipa, dan mengecek ada tidaknya aliran.

2. Electromagnetic

Electromagnetic merupakan flow meter air yang tidak memiliki moving part atau bagian bergerak. Hanya dapat dipakai pada air dengan konduktivitas tertentu sesuai syarat manufacture flow meter electromagnetic.

Merupakan jenis meteran ideal karena berguna dalam mengukur aliran cairan tidak homogen, cairan kotor, mengandung lumpur, limbah, waduk, hingga mengandung kotoran seperti plastik atau rumput.

Electromagnetic terlampau disarankan agar dipakai terhadap aliran yang pressure drop nya rendah. Terdiri dari 2 komponen, yakni magnetic flow sensor dan magnetic flow transmitter. Keduanya masih dibagi lagi dalam sebagian bagian.

3. Positive Displacement

Positive Displacement (PD flow meter air) bisa mengukur volume gerakan cairan dengan langkah membagi suatu ruangan media senantiasa dengan yang terukur. PD bisa menarik, menahan, mentransfer fluida agar bisa dibaca total flow ratenya.

4. Differential Pressure

Differential pressure merupakan metode pengukuran aliran cairan, di mana cost pengadaannya dari rendah sampai sedang. Dapat dipakai dalam cakupan luas nyaris semua phase maupun kondisi aliran, strukturnya terhitung kokoh sederhana.

5. Rotameter

Cara kerja rotameter adalah dengan mendorong pelampung ke atas oleh cairan, lantas ditarik ke bawah oleh gravitasi. Rotameter bisa memberikan skala linier, akurasinya baik untuk laju aliran rendah menengah, berfaedah bagi cairan korosif.

6. Coriolis Mass

Walaupun terbilang mahal, namun coriolis mass flow meter air mempunyai tingkat akurasi cukup tinggi mulai dari 0,1%, 0,2%, 0,5%. Dapat dipakai terhadap bermacam kondisi cairan baik panas atau dingin.

Penurunan tekanannya rendah, agar disarankan untuk diaplikasikan terhadap aliran 2 arah. Jenis meteran ini mempunyai coriolis arah positif maupun negatif dalam proses pengukurannya.

7. Vortex

Flow meter air style Vortex bisa mengukur 3 style aliran fluida, yakni gas, cair, dan uap. Diameter penampang alirannya besar, agar bisa membuahkan output point dalam wujud analog maupun digital.