Beberapa kecurangan yang berjalan di SPBU kala pengisian bahan bakar minyak (BBM) dapat menyebabkan kesangsian bagi konsumen.

Misal, persentase BBM yang tertulis terhadap meteran di dispenser tidak sesuai bersama dengan volume BBM yang masuk ke tangki bensin kendaraan.

Unit Manager Communication Relation dan CSR Pertamina MOR III Eko Kristiawan menjelaskan, untuk menangani hal ini pembeli berhak berharap kepada petugas untuk jalankan tera (pengujian atau pengukuran kembali).

Apabila curiga kala isikan BBM di SPBU, pembeli terhitung berhak jalankan tera langsung bersama dengan bejana ukur di tempat pula pompa

Eko menjelaskan, untuk melindungi mutu dan jumlah BBM, SPBU Pertamina teratur mengadakan audit baik dari pihak eksternal dan internal.

“Dari pihak eksternal, kontrol dijalankan oleh Dinas Metrologi. Audit untuk pengukuran atau uji tera dijalankan bersama dengan pakai bejana ukur yang sesuai bersama dengan standar Dinas Metrologi,” jelasnya.

Bejana ukur sendiri merupakan sebuah wadah yang miliki meteran seperti flow meter water, untuk tunjukkan volume BBM yang terlihat dari selang dispenser.

Pada bejana tersebut, tersedia meteran yang tunjukkan selisih antara volume yang mestinya keluar, bersama dengan yang terlihat melalui nozzle atau selang.

Dalam sebuah pengujian yang dijalankan oleh Unit Metrologi Dinas Koperasi, UMKM dan Perdagangan Jakarta beserta perwakilan Pertamina, dikatakan bawa batas toleransi selisih adalah sebesar 0,5 prosen dari total volume.

Selain itu, pembeli terhitung wajib mencermati meteran terhadap dispenser kala tengah jalankan pengisian BBM, misalnya, memastikan bahwa petugas mengawali meteran dari angka nol. Lalu, mencermati terhitung laju meteran.

“Biasanya akan tersedia dua display di dispenser, yaitu harga dan liter. Pembeli wajib mencermati hal itu. Biasanya belanja BBM bersama dengan nominal Rp 50.000 seberapa banyak volume yang bertambah,” jelas Paimin, Kepala SPBU Pertamina Cikini dan Pramuka.

Apabila terlanjur berjalan kecurangan, pembeli dapat melapor ke kontak formal Pertamina. “Jika pengendara mendapatkan aksi kecurangan, langsung melaporkan hal berikut ke pihak Pertamina bersama dengan menghubungi contact centre 135,” kata Paimin.