Sunat adalah operasi pengangkatan sebagian, maupun semua dari kulup (preputium) burung (WHO, 2007). Ini konstruktif untuk mencegah infeksi saluran kemih, membuat penis menjadi bersih, penularan HIV, dengan mengurangi resiko terkena karsinoma ceceh (Blank, 2012).

Khitan Abad Ini Tanpa Suntik dan Jahit Langsung Bisa Bermain di Cilacap

Rumah Khitan menggunakan metode modern Super-Ring yang dianggap bagai inovasi metode sunat nang Super modern karena dengan alat sunat yang lebih praktis, aman dan nyaman. Anak cucu setelah dikhitan bisa bersihkan dan aktivitas seperti biasa. SOP Sunat Super-Ring menggunakan alat bius nir- jarum suntik (free Needle Injection) sehingga asumsi masyarakat terhadap rasa sakit dan mengerikan saat disunat boleh dihindarkan.
Metode ini merupakan sunat tanpa menggunakan cuban suntik, tanpa jahit, sehingga pasca disunat si keping hati langsung bisa beraktivitas .

Tujuan dan manfaat sunat modern banglas ring pada dasarnya bersetuju dengan sunatan massal dan khitan lain pada umumnya. Namun bersama Metode sunat modern belantara ring ini dapat mengurangi masalah yang timbul dari ihwal medis tertentu, seperti phimosis, paraphimosis, dll.

Tentang Khitan/Sunat

Berbagai referensi sejarah menunjukkan maka beberapa bangsa kuno duga mengenal khitan. Injil Barnabas menyebutkan bahwa Adam adalah manusia aktual yang berkhitan, dan ia melakukannya belakang hari bertaubat dari dosa memakan biji pohon larangan. Mungkin, anggota Adam berikutnya melupakan adat ini hingga Allah memerintahkan Rasul Ibrahim supaya menghidupkan pulang tradisi (sunnah) ini.

Selain dalih agama, Sunat pada laki-kaki juga dilakukan dengan bukti sosial, budaya dan kesehatan. Khitan merupakan salah satu prosedur bedah yang paling klasik dan paling umum dilakukan secara global. Diperkirakan satu dari tiga laki-laki di kira-kira dunia disunat, dengan jangkauan universal dengan menggunakan beraneka metode dan teknik sunat Bahkan terusterjadi peningkatan berawal ditemukan penelitian nang mengatakan bahwa sunat becus mengurangi resiko tertular barah HIV pada laki-laki.

Di jumlah negara dengan prevalensi HIV nan tinggi semakin giat menekankan pentingnya khitan sebagai upaya pencegahan HIV mulai remaja dan pria dewasa, akan tetapi strategi pencegahan HIV jangka panjang kemungkinan akan awet memprioritaskan penyediaan neonatal bersama sunat pada anak.

Sunat punya arti penting bagi manusia, baik ditilik dari perspektif anutan maupun kesehatan. Dari aspek agama sunat merupakan aktivitas awal menunaikan perintah Allah SWT awal kewajiban kewajiban lain bersahabat pada diri seseorang Sehingga khitan sangat dianjurkan bagi seorang orang islam sebelum aqil baligh bagai penanda kesiapannya menjalankan hukum Islam secara keseluruhan.

Kenapa sunat menjadi sangat penting, bersama-sama dengan sunat seseorang bisa bersih dari najis, bersama-sama hanya dalam keadaan bersih atau terbebas dari jijik seseorang diperbolehkan menjalankan bagasi agama, seperti sholat, i’tikaf, membaca Al-Quran dan ibadah lainnya yang menuntut bab tubuh yang suci dengan terbebas dari hadats ata upun najis.

Sunat menghindarkan adanya najis yang melekat pada anggota tubus saat shalat. Karena, lain sah sholat seseorang apakala ada najis yang bersahabat pada badannya. Sehingga dan sunat, maka najis buang air kecil yang melekat di beberapa kulfa (kulup) akan panjang lebih mudah dihilangkan bersamaan dan saat seseorang membasuh kemaluannya akhirnya buang air kecil.

Dari arah medis, sunat banyak memberikan arti terhadap kesehatan pria ataupun pasangan. Di samping memudahkan penjagaan penis dan menjaga kebersihan gawai intim pada pria, khitan juga dapat mencegah kemajuan penyakit yang sangat fatal seperti kanker prostat dan kanker penis.

Sunat dianggap ahli melindungi seseorang dari kanker prostat. Penelitian tersebut dipimpin atas seorang ilmuwan dari Hutchinson Center Public Health Sciences, ialah Jonathan L.Wright, MD. Analitis risetnya, Wright dan kaum rekannya menganalisis informasi nan diperoleh dari 3.399 famili pria 1.754 telah mengidap puru ajal prostat dan 1.645 bukan menderita kanker prostat. Buletin (Paragraf News) mengejutkan bahwa hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa laki-kaki yang telah disunat dini hubungan seksual pertama mereka, memiliki kemungkinan 15% lebih cacat untuk terserang kanker prostat ketinmbang lelaki yang belum disunat. Bertambah khususnya, pria yang disunat dini melakukan hubungan seksual baru mereka, berpeluang 12% mengalami deteriorasi risiko kanker prostat yang kurang agresif serta berpeluang mengalami degradasi risiko sebesar 18% pada kanker prostat yang kian agresif.

Sunat juga bermanfaat bagi mencegah kanker penis (penile cancer). Kanker penis tergolong jarang terjadi, apalagi pada penis yang disunat. Di ambang itu, kanker leher peranakan (cervical cancer) lebih abnormal terjadi pada wanita yang bersuami pria yang disunat. Dan yang paling mengembirakan, potong kulup juga berperan penting berarti (maksud) mencegah infeksi dan mengurangi resiko tertular bersama menyebarkan infeksi penyakit bertambah-tambah seperti HIV-AIDS yang datang sekarang belum ditemukan obatnya.

Pria nan disunat juga jauh mulai resiko terkena human papiloma basil (HPV), virus ini jua merupakan penyebab penyakit puru ajal servik (leher rahim) dari wanita. Dr. Xavier Castellsague nang memimpin penelitian itu kira memperhatikan data-data dari tujuh diagnosis yang dilakukan lima angkasa diberbagai belahan dunia. Ternyata 20% jantan yang tidak dikhitan atau sunat diketahui “membawa” Human Papilloma Mikrob (HPV),sedangkan pada pria yang disunat hanya berkisar 6% saja.