Dikutip dari berita kudus hari ini, lingkarjateng.id Usia tak menghalangi Lisa Kenida (24) untuk serius berbisnis. Di antara jajaran kios bunga dan tanaman yang berjejer di kompleks Gor Wergu Wetan Kudus, salah satunya adalah milik orang tua Lisa Kenida yang kemudian ia teruskan.

Lisa, begitu ia biasa disapa, menceritakan bagaimana ia sukses mempertahankan usaha di antara pemilik kios lain yang menawarkan produk serupa.

“Karena kita fokus pada tujuan saja yakni untuk kerja dan cari uang. Jika fokus pada saingan, tidak ada habisnya malah membuat penyakit hati,” ungkapnya.

Saat ini terdapat 7 kios yang sama-sama menjual tanaman bunga di area yang sama dengan tempat berjualan Lisa. Menurutnya, hal itu karena kebijakan dari Dinas Pariwisata Kudus agar deretan kios di daerah itu menjual komoditas yang sama, yaitu tanaman dan bunga.

Lisa Kenida, pemilik Toko Bunga Mahkota di Kompleks Gor Wergu Wetan Kudus. (Falaasifah/Lingkarjateng.id)

 

“Ya mungkin orang melihatnya bisa laku apa enggak jualan di situ, tapi saya yakin rezeki sudah ada yang mengatur,” ujarnya optimis.

Pemilik toko bunga Mahkota ini juga mengatakan, tidak mempermasalahkan jika ada yang menganggapnya saingan. Baginya, yang lebih utama justru masalah kesetaraan harga antara penjual satu dengan penjual yang lain.

“Misalnya, saya kan masih mengandalkan pihak supplier untuk menyetok bunga dan tanaman. Lain halnya dengan penjual lain yang langsung ke daerahnya langsung untuk membeli. Jadi pasti nanti harganya antara penjual satu dengan yang lainnya berbeda,” ungkapnya.

Dengan tidak adanya kesetaraan harga, menurutnya para pembeli bisa membanding-bandingkan harga antar penjual. Akhirnya, terjadi persaingan yang tidak sehat.

Tempat Wisata Rekomendasi paling hits di kudus

“Permasalahan lain adalah faktor cuaca. Saat musim hujan, tanaman dan bunga yang tersiram air hujan secara terus-menerus bisa cepat busuk. Kerugiannya mencapai ratusan ribu,” ungkapnya.

Dalam menggeluti usaha ini, Lisa memiliki kunci sukses tersendiri yakni dengan menelateni setiap pelanggan yang datang ke toko bunga miliknya, karena setiap pelanggan tentu memiliki watak yang berbeda-beda.

“Selain itu, juga jangan memperlihatkan suasana hati yang sedang tidak bagus kepada pelanggan yang datang. Dan yang paling penting adalah membangun kepercayaan pelanggan dengan kualitas barang yang saya miliki.”

Toko bunga milik Lisa sendiri tidak hanya menawarkan tanaman dan bunga saja. Namun juga menawarkan perlengkapan lainnya seperti: aneka pot, media tanam pupuk, pestisida, suplemen tanaman, batu koral dan pasir malang.

“Untuk pendapatan dalam per bulannya sekitar 4 juta rupiah. Paling ramai pelanggan saat hari Sabtu – Minggu dan saat libur lebaran,” tuturnya.

Untuk bisa mengenalkan usahanya ke masyarakat luas, ia juga mempromosikan produknya di media sosial seperti Whatsapp, Instagram, dan Facebook.

“Ke depannya saya berencana untuk mengembangkan usaha ini dengan membuka cabang di tempat lain,” pungkasnya. (Lingkar Network l Falaasifah – Lingkarjateng.id)