Setiap wanita memiliki masa ovulasi dan masa suburnya masing-masing. Namun, tak sedikit wanita yang sering mengabaikan bagaimana cara menghitung masa subur. Padahal salah satu fungsi mengetahui masa subur adalah untuk membantu merencanakan kehamilan, atau menunda kehamilan.

Sebenarnya ada banyak cara yang dapat anda lakukan untuk menghitung masa subur. Tapi yang paling sederhana adalah dengan melihat gejala pada tubuh, ataupun memanfaatkan alat bantu untuk mengetahuinya.

Siklus Menstruasi

Siklus menstruasi rata-rata wanita adalah antara 28 hari sampai 32 hari. Pada beberapa wanita, siklus ini terjadi lebih pendek, sementara yang lain memiliki siklus yang lebih lama. Hari pertama menstruasi seseorang dianggap sebagai hari pertama siklus menstruasi mereka. Menstruasi mereka kemudian biasanya berlangsung dari 3 hari hingga 7 hari. Variasi siklus menstruasi terjadi pada fase folikular yang terjadi sebelum ovulasi. Masa ovulasi biasanya berlangsung mulai hari ke 14 sampai hari ke 16 dihitung sejak awal menstruasi.

Menghitung ovulasi

Ovulasi terjadi sekitar 14 hari sebelum siklus menstruasi berikutnya, dengan catatan siklus bulanannya adalah 28 hari. Kebanyakan wanita memiliki siklus ovulasi antara hari ke 14 sampai hari ke 21 dari siklus menstruasi mereka. Ovulasi tidak selalu terjadi pada hari yang sama setiap bulan dan dapat bervariasi dalam satu hari sebelum atau setelah hari pada bulan sebelumnya.

Dokter menyebut bagian dari siklus di sekitar ovulasi sebagai masa jendela subur, karena peluang seorang wanita untuk hamil menjadi lebih tinggi. Misalnya jika seorang wanita berovulasi pada hari ke-14, mereka dapat hamil pada hari itu atau dalam 24 jam berikutnya.

Namun, masa subur mereka sudah dimulai beberapa hari sebelum ovulasi karena sperma mampu bertahan hingga 5 hari di dalam tubuh wanita. Jadi, bahkan jika seorang wanita tidak melakukan konsepsi pada hari ke-14 atau 15, masih ada kemungkinan untuk hamil jika mereka melakukan hubungan tanpa kondom pada hari ke 9 sampai hari ke 13.

Tanda-Tanda Ovulasi

Melacak tanda-tanda ovulasi dapat membantu seseorang untuk menentukan hari yang tepat kapan mereka memasuki masa ovulasi setiap bulan. Tanda-tandanya antara lain:

– Kram ringan di perut bagian bawah

– Area kewanitaan terjadi keputihan, basah, lebih jernih, dan lebih licin seperti putih telur

– Sedikit peningkatan suhu tubuh basal,

– Dorongan seks yang lebih tinggi.

Akan sangat bermanfaat bagi seseorang untuk mengetahui tanda-tanda selama beberapa bulan untuk mendapatkan gambaran masa ovulasi. Tetapi perlu diingat bahwa ada beberapa variabel yang juga mempengaruhi waktu ovulasi dapat berubah, dari bulan ke bulan. Cara menghitung masa subur juga bisa dilakukan dengan menggunakan alat prediksi ovulasi atau monitor kesuburan.

Menggunakan kombinasi metode berikut ini dapat memberikan akurasi terbaik. Tabel berikut merangkum siklus menstruasi yang umum dan seberapa subur seseorang pada setiap tahap:

Hari siklus Tahap-tahap Fertilitas
1–7 Menstruasi Paling tidak subur
8–9 Pasca-menstruasi Kemungkinan untuk hamil
10–14 Hari sekitar ovulasi Paling subur
15–16 Pasca-ovulasi Kemungkinan untuk hamil
17–28 Penebalan lapisan rahim Kurang subur (tidak mungkin untuk hamil)