PEMERINTAH BERHARAP UMKM DAN BUMN CIPTAKAN SINERGI

UMKM atau Usaha Mikro, Kecil dan Menengah merupakan usaha yang dimiliki oleh perseorangan atau badan/lembaga usaha perseorangan atau kelompok dengan kriteria tertentu. Kriteria UMKM tertera jelas pada Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 1998 tentang Usaha Mikro, Kecil dan Menengah.

Berikut kriteria UMKM yang dijelaskan pada Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 1998:

Ukuran Usaha Kriteria
Aset (tidak termasuk tanah & bangunan tempat usaha) Omset (dalam 1 tahun)
Usaha Mikro Maksimal Rp50 Juta Maksimal Rp300 Juta
Usaha Kecil Lebih dari Rp50 Juta – Rp500 Juta Lebih dari Rp300 Juta – Rp2,5 Milyar
Usaha Menengah Lebih dari Rp500 Juta – Rp10 Milyar Lebih dari Rp2,5 Milyar – Rp50 Milyar
Usaha Besar Lebih dari Rp10 Milyar Lebih dari Rp50 Milyar

 

Bahkan berdasarkan data Kementerian Koperasi dan UKM, jenis usaha di Indonesia masih didominasi oleh kategori jenis usaha mikro, kecil dan menengah. Sebanyak 99% masih didominasi oleh unit usaha UMKM. Oleh karenanya sangat wajar jika UMKM memberikan kontribusi yang sangat besar bagi negara.

Di bulan Agustus lalu, pemerintah telah melakukan intervensi pada beberapa sektor dengan menghadirkan beberapa program. Salah satunya bagi UMKM dan juga BUMN. BUMN mendapatkan kesempatan membangun sebuah platform digital yang bernama Pasar Digital UMKM atau disingkat PaDi UMKM. Platform ini dikhususkan kepada para pelaku UMKM sehingga mereka bisa berjualan secara digital.

Kementerian BUMN tidak hanya membangun PaDi UMKM, melainkan bertanggung jawab dalam berbagai hal lain yang ditujukan untuk membantu UMKM. Kementerian BUMN juga akan melakukan sosialisasi dan gathering kepada seller UMKM. Selanjutnya juga akan ada sistem integrasi yang akan dilakukan dengan beberapa ecommerce. Tentunya yang paling penting adalahm mekanisme business to business (B2B) antara BUMN dan UMKM.

Saat ini sudah ada 9 BUMN yang berperan besar dalam memberikan kesuksesan berjalannya PaDi UMKM. Mereka adalah PT. Telkom Indonesia, BRI, PP, Waskita, Wika, Pupuk Indonesia, Pegadaian, Pertamina dan PNM. Dijadwalkan per-Juli 2021 nanti akan ada 30 BUMN tambahan lagi. Pada Desember 2021 nanti, semua BUMN akan beroperasi penuh di PaDi UMKM.

Telkom memiliki peran untuk menyediakan jaringan, server, berbagai pusat sentral data dari aktivitas PaDi selain menjadi top pilot bersama 8 BUMN lainnya. Khusus kepada BRI, Pegadaian dan PNM mereka akan bertindak sebagai lembaga pembiayaan untuk pemberdayaan UMKM dan kepentingan Rumah Kreatif BUMN (KRB) dan Community Development Center (CDC) seperti BUMN-BUMN lainnya.

Diharapkan BUMN dan UMKM semakin memperkuat sinerginya dengan hadirnya PaDi UMKM ini. Apalagi kedua sektor ini benar-benar telah memberikan keuntungan yang sangat besar dalam sejarah perjalanan ekonomi Indonesia.

Bagi UMKM yang ingin bergabung dengan PaDi UMKM, Anda bisa memilih untuk bergabung dengan B2B dan juga B2C, tetapi tentu ada syarat-syarat tertentu yang harus Anda lakukan. Untuk lihat info lengkapnya, silahkan klik di tautan berikut ini!