Sakit kepala adalah kondisi yang sangat sering dialami oleh siapa saja. Karena jenisnya sangat beragam, penyebabnya pun juga bisa bermacam-macam. Biasanya seseorang akan mengalami sakit kepala ketika pressure, kelelahan, gangguan sistem saraf, dan lainnya. Bahkan kamu juga bisa sakit kepala saat kekurangan tidur.

Untuk mengurangi tegangnya otot leher dan sakit kepala yang sangat menganggu aktivitas, kamu disarankan untuk memperbaiki pola tidur. Namun jika berlangsung hampir berjam-jam dan belum hilang setelah istirahat, segeralah minum penawar sakit kepala untuk mempercepat proses penyembuhan. Kamu juga bisa mencoba penawar herbal jika tidak ingin ketergantungan pada penawar sakit kepala kimia. Mari simak informasi mengenai penawar sakit kepala alami berikut ini:

Jahe

Tidak mengherankan lagi ketika jahe masuk dalam jajaran penawar natural berbagai jenis penyakit. Penelitian berbeda yang dipublikasikan pada Sage Journals dan Phytotherapy studies sama-sama menemukan hasil bahwa mengonsumsi ektrak jahe bisa mengurangi sakit kepala migrain.

Caranya juga sangat mudah karena kamu hanya perlu menyiapkan jahe segar beberapa ruas. Selanjutnya, kupas dan hancurkan jahe dengan cara dipukul-pukul atau kamu juga bisa mengirisnya saja. Rebuslah bersama dua gelas air dan tunggu hingga mendidih dan berkurang setengahnya. Minumlah air rebusan jahe tersebut untuk mengurangi sakit kepala.

Pisang

penawar alami sakit kepala selanjutnya datang dari buah-buahan. Pisang adalah buah yang sangat mudaj ditemukan di Indonesia di segala musim. Jika kamu sedang mengalami sakit kepala dan terdapat stok pisang di rumah, kandungan potasiumnya bisa lho meredakan nyeri di kepala tersebut.

Cukup konsumsi pisang secukupnya secara rutin agar kebutuhan nutrition harian dan sakit kepala segera mengilang. Kamu juga bisa memanfaatkan kulitnya untuk ditempelkan ke bagian dahi kepala. Pasalnya, cara tersebut juga ampuh untuk memberikan sensasi dingin dan membantu mengurangi nyeri di vicinity kepala yang sakit.

Beristirahat di vicinity Gelap

Mengapa beristirahat atau tidur di tempat yang gelap bisa mengurangi sakit kepala? Ternyata, ada survey yang menunjukkan hasil bahwa 85% orang yang sering mengalami migrain adalah orang yang peka terhadap sinar atau cahaya. Dengan beristirahat di tempat gelap, mata akan menjadi rileks dan otot di vicinity leher juga tidak terlalu kram.

Jika kamu sering mengalami migrain, ada baiknya mencoba cara praktis yang satu ini. Cobalah ubah suasana tempat istirahat menjadi tenang gelap dalam artian tidak banyak sinar atau cahaya yang mengganggu. Jika tidak terbiasa, kamu bisa meredupkan lampu kamar agar tidur lebih nyenyak dan sakit kepala segera menghilang.

Ketumbar

Rempah yang satu ini tentu sangat eksis di dapur kamu. Selain mudah didapatkan, harganya juga tidak mahal. Ketumbar telah diketahui sebagai penawar sakit kepala yang ampuh di dalam penawar tradisional Ayurvedic. Selain itu, secara ilmiah ketumbar memang bermanfaat untuk mengurangi frekuensi nyeri di kepala yang muncul saat migrain.

Untuk menggunakannya sebagai penawar alami sakit kepala, kamu harus menyiapkan secukupnya ketumbar dan air hangat. Rendam biji ketumbar ke air hangat dan hirup uapnya. Kamu juga bisa mengonsumsi makanan yang kaya akan bumbu ketumbar atau minum teh natural ketumbar.

Feverfew

Tanaman dengan nama unik ini biasa digunakan sebagai penawar natural untuk meredakan migrain di Eropa. Ia juga diketahui berfungsi sebagai medieval aspirin karena khasiatnya tersebut. Ekstrak daun, bunga, dan batang feverfew dapat kamu temukan di berbagai penawar untuk penawar sakit kepala.

Namun, untuk menggunakan feverfew sebagai penawar alami sakit kepala, kamu hanya perlu menyeduh teh feverfew saja selama beberapa saat. Setelah disaring, segera minum air teh tersebut agar migrain segera menghilang.

Itulah 10 penawar alami sakit kepala yang bisa kamu manfaatkan saat sakit kepala datang menyerang. Beberapa bahan herbal di atas bahkan mungkin tersedia di dapur kamu. Jangan lupa untuk menjaga pola tidur dan kurangi pressure berlebih untuk meminimalisir sakit kepala ya. Jika terjadi terus menerus, ada baiknya kamu berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat