Penyebab Mesothelioma

Penyebab mesothelioma tidaklah dijumpai dengan tepat. Tapi, mesothelioma selalu disambungkan dengan paparan asbes atau asbestos. Asbestos adalah mineral yang kerap digunakan sebagai bahan konstruksi bangunan, seperti atap, karena personalitasnya yang tahan panas dan tahan api. Penggunaan asbestos dengan sah sudah dilarang sejak tahun 1999.

Saat asbestos hancur, baik sejauh proses penambangan atau pembaruan bangunan, asbestos akan menghasilkan serat atau debu halus. Serat halus asbestos betul-betul mudah terhirup, seterusnya masuk dan mengendap dalam organ tubuh, terutamanya paru. Serat asbestos yang tertelan bisa bergerak melalui proses limfatik, mengendap, dan mengontaminasi sel di selaput rongga perut (peritoneum).

Paparan asbes bisa memengaruhi peran organ reproduksi dan jantung. Tapi, tidaklah dijumpai dengan pas proses penyebarannya karena jarang ada.

Secara umum, ada beberapa faktor yang bisa tambahkan risiko mesothelioma, yaitu:

  • Lingkungan kerja yang riskan terserang asbestos, seperti tambang mineral, lokasi konstruksi, industri otomotif, pembangkit listrik, industri tekstil, dan pabrik baja.
  • Ada tinggal di bangunan tua atau lingkungan yang tanahnya mempunyai kandungan asbestos.
  • Memiliki sisi keluarga yang bekerja di lingkungan yang riskan paparan asbestos. Asbestos dapat menempel di kulit dan pakaian, sampai asbestos dapat terikut ke rumah atau lingkungan lain.
  • Memiliki riwayat mesothelioma atau abnormalitas genetika yang tambahkan risiko kanker.
  • Selain asbestos, ada beberapa faktor lainnya dapat tambahkan risiko mesothelioma, walaupun jarang-jarang ada.

Satu diantaranya adalah paparan mineral erionite, paparan radiasi dengan bahan kimia thorium dioksida yang digunakan dalam pengujian foto Rontgen sampai tahun 1950-an, dan terserang simian virus (SV40).

Pertanda Mesothelioma

Tanda-tanda kanker mesothelioma berkembang dengan setahap dan biasanya memakan waktu 20-30 tahun sampai ada pertanda. Pasien peluang tidak rasakan ada pertanda saat mesothelioma ada di babak awalannya. Tapi seiring waktu berjalan, sel kanker akan semakin alami perubahan dan pencet saraf atau organ lainnya, sampai munculkan pertanda.

Pertanda mesothelioma berbeda tergantung lokasi kedatangan sel kanker. Pada mesothelioma paru, pertanda yang peluang ada adalah sebagai berikut:

  • Demam diimbangi keringat, terutamanya di waktu malam hari.
  • Rasa lelah yang terlampau berlebihan.
  • Batuk diimbangi rasa nyeri yang tidak ketahan.
  • Sesak napas karena penumpukan cairan di paru-paru, tepatnya di rongga pleura, yaitu ruangan antara kedua formasi pleura yang melapisi paru-paru.
  • Pengurangan berat badan tanpa argumen yang jelas.
    Nyeri dada.
  • Lebam dan perubahan bentuk pada ujung jari (jari tabuh).
  • Ada benjolan pada jaringan di atas kulit tempat dada.

Sementara, mesothelioma perut (peritoneal) memiliki pertanda sebagai berikut:

  • Musnahnya nafsu makan.
  • Berat badan turun menonjol.
  • Diare.
  • Konstipasi.
  • Nyeri di bagian perut.
  • Lebam pada tempat perut.
  • Ada benjolan di perut.
  • Permasalahan bab dan buang air kecil.