Tak ada seorang pun yang berharap namanya terpampang dipapan pengumuman daftar karyawan yang akan dirumahkan. Meski demikian, bukan berarti PHK membuat dunia dan hidup Anda kiamat dalam tempo secepat cepatnya. Setidaknya sejumlah perusahaan berbaik hati dengan memberikan pelatihan pensiun dini seperti wirausaha dan berinvestasi. Selain itu, tentunya karyawan yang terkena PHK akan menerima uang pesangon atau uang pensiun. Pelatihan diberikan agar uang pesangon yang diterima dapat digunakan untuk meneruskan hidup.

Sayangnya, jumlah uang pesangon yang terlalu besar terkadang membuat orang-orang terlena. Godaan menggunakan uang pesangon pun datang silih berganti. Dari membeli barang elektronik, gadget dan smartphone baru, renovasi rumah, hingga digunakan untuk liburan. Saat PHK datang dan uang pesangon ditangan, sadarilah kalau Anda saat ini tengah tak berpenghasilan. Jelas, butuh langkah bijak beserta strategi jitu agar uang pesangon tak menguap begitu saja.

Strategi Menghadapi PHK

Ketahui Biaya Hidup

Segera ketahui berapa biaya hidup Anda tiap bulan. Ada baiknya turunkan biaya hidup Anda hingga 25% dari biaya hidup biasanya. Ini karena saat ini posisi Anda tengah tak lagi memiliki gaji rutin. Hindari membiayai hidup dengan menggunakan kartu kredit. Hemat harus jadi pedoman hidup Anda sehingga belanja untuk bergaya atau lifestyle harus dikurangi.

Dari jumlah biaya hidup, Anda harus menyiapkan dana darurat. Cek juga dana darurat yang Anda miliki sendiri. Jika mencukupi, tak ada salahnya menambahkan untuk 12 bulan kedepan. Dana darurat ini seolah-olah bisa menjadi gaji bulanan Anda selama 12 bulan atau lebih kedepan.

Bayar Utang

Lihat tagihan kartu kredit yang menghampiri Anda. Segera lunasi hutang kartu kredit Anda seluruhnya. Bersihkan pengeluaran Anda dari jerat utang konsumtif tersebut. Asal tahu saja, bunga kartu kredit bisa mencapai lebih dari 36%/tahun. Jumlah yang sangat besar untuk bisa menggerogoti uang pesangon yang Anda terima.

Disisi lain, utang cicilan kredit pemilikan rumah (KPR) juga perlu diantisipasi. Siapkan hingga 12 kali atau setara satu tahun cicilan KPR Anda direkening khusus pembayaran KPR. Ini akan membuat uang pesangon yang bisa Anda kelola sudah terbebas dari utang, setidaknya untuk satu tahun kedepan.

Siapkan Asuransi

Salah satu keuntungan yang dimiliki seorang karyawan adalah fasilitas asuransi kesehatan. Jika sudah berhenti, maka tunjangan asuransi kesehatan dari perusahaan juga berhenti. Pastikan Anda dan keluarga memiliki asuransi kesehatan untuk 12 bulan kedepan. Jangan remehkan fungsi asuransi kesehatan terutama saat gaji Anda tak lagi masuk rutin direkening. Karena bisa jadi uang pesangon akan banyak habis terpakai jika kesehatan Anda dan keluarga terganggu. Bahkan dana darurat yang sudah direncanakan untuk bertahan hidup juga tergerus jika berurusan dengan rumah sakit.

Alokasi Tujuan Keuangan

Jika dalam waktu dekat ada kebutuhan dana, simpanlah dana tersebut di instrumen keuangan yang risikonya rendah. Bisa ditempatkan dalam deposito atau reksadana pasar uang.

Kebutuhan yang dimaksud adalah uang pangkal masuk sekolah anak Anda. Horison waktu dekat yang dimaksud antara 3 hingga 5 tahun. Hindari masuk ke instrumen agresif guna mengejar imbal hasil. Lebih baik saat penghasilan terhenti, mengamankan dana diinstrumen berisiko rendah. Ini guna menghindari fluktuasi pasar yang mengakibatkan kerugian yang tidak bisa Anda tutupi dengan gaji rutin Anda.

Segera Dapatkan Penghasilan Baru

Setelah empat langkah diatas berjalan dengan baik, sudah saatnya Anda bergerak guna mendapatkan penghasilan baru. Jika empat langkah diatas sudah dijalankan dengan baik, maka sisa uang pesangon bisa digunakan untuk mulai bergerak. Anda harus mulai mencari pekerjaan baru, atau memulai berwirausaha.

Tak ada salahnya memulai investasi yang memberikan imbal hasil rutin bulanan guna menggantikan gaji bulanan. Misalnya berinvestasi dalam bentuk properti atau rumah kost. Uang sewa yang diterima bisa digunakan untuk membiayai hidup sehari-hari. Alternatif lain adalah dengan membeli surat berharga seperti sukuk dan obligasi ritel yang memberikan kupon/bunga setiap tiga bulan. Tentunya ini akan memberikan penghasilan tambahan yang dapat Anda gunakan.

Baca Juga : Gaji Karyawan