Psikologi abnormal memiliki berbagai istilah. Beberapa istilah yang sering digunakan untuk menggambarkan perilaku abnormal dalam psikologi abnormal adalah gangguan jiwa, perilaku maladaptif, ketidaknyamanan emosional, penyakit jiwa, psikopatologi dan gangguan jiwa.

Temukan psikotes online terbaik hanya di Golife.id

Pendekatan Psikologis Abnormal

Konsep ketidakteraturan dapat dilihat dari beberapa sudut, seperti berikut ini:

1. Statistical infrequency

Perspektif ini menggunakan pengukuran statistik untuk mendefinisikan konsep ketidakteraturan. Semua variabel yang akan diukur terlebih dahulu didistribusikan ke dalam kurva normal. Kurva normal ini berbentuk seperti lonceng.

Kebanyakan orang akan berada di tengah kurva. Kelainan tersebut dapat dilihat pada kedua ujung kurva dan tidak berada di tengah kurva atau tidak jatuh pada bagian lonceng.

Gangguan menurut konsepsi statistik biasanya digunakan dalam bidang psikologi atau bidang medis. Misalnya mengukur kecerdasan, kemampuan membaca, tekanan darah, berat badan dan sebagainya.

Meskipun termasuk dalam konsep abnormal, istilah abnormal jarang digunakan dalam bidang ini. Orang yang memiliki IQ di sebelah kanan dan termasuk kelainan, seperti IQ 150, disebut jenius, bukan kelainan. Harus ada informasi lain yang mendukung perilaku normal atau abnormal. Baca juga: Psikologi Sosial

2. Unexpectedness

Perilaku abnormal dengan pendekatan ini diartikan sebagai refleks atau bentuk respon yang tidak diharapkan terjadi. Tanggapan seperti kecemasan mendadak ketika ada suasana hati keluarga yang bahagia atau tanggapan dengan kekhawatiran tentang ekonomi keluarga ketika situasi ekonomi keluarga sangat baik. Respon tidak diharapkan terjadi pada perilaku abnormal.

3. Personal distress

Perilaku akan dianggap abnormal jika tindakan tersebut menyebabkan penderitaan pada individu atau perilaku tersebut menyebabkan penderitaan pada orang tersebut.

Tidak semua gangguan atau gangguan akan menimbulkan distress. Contohnya adalah seorang psikopat yang menyakiti orang lain tanpa merasa bersalah dan tidak khawatir menyakiti mereka.

Dalam konsep ini, tidak semua rasa sakit dan penderitaan dianggap tidak normal, seperti rasa sakit disuntik. Kriteria dalam konsep ini disebut subjektif karena sulit untuk menentukan standar tingkat kesulitan yang dapat diterapkan secara umum.

4. Violation of norms

Konsep ini mendefinisikan perilaku abnormal dengan menghubungkannya dengan konteks sosial di mana perilaku itu terjadi. Ketika perilaku tersebut sesuai dengan norma-norma sosial, perilaku tersebut dapat disebut normal.

Jika tindakan tersebut bertentangan dengan norma yang dipraktikkannya, maka tindakan tersebut tidak normal. Konsep ini mempertimbangkan relativitas perilaku dengan norma-norma sosial dan budaya yang ada di lingkungan dan pada saat yang bersamaan.

Pada tahun 1970-an, homoseksualitas dianggap sebagai tindakan abnormal di Amerika tetapi perilaku tersebut sekarang dianggap normal.

Konsep ini dapat membantu memperjelas relativitas definisi gangguan dengan menyesuaikan budaya dan sejarahnya tetapi kriteria tidak akan cukup untuk mendefinisikan gangguan tersebut.

5. Disabilitas

Gangguan dapat menyebabkan individu kesulitan dalam mencapai tujuan. Gangguan tersebut dapat menyebabkan kesulitan dalam mengoptimalkan fungsi akademik bagi pengguna narkoba.

Tidak hanya itu, pengguna narkoba juga kesulitan untuk melakukan pekerjaan dan fungsi sosial. Ketidakmampuan menyebabkan penggunaan obat disebut abnormal. Konsep ini tidak menjelaskan secara jelas apakah seseorang yang abnormal akan mengalami kecacatan.

Teori Psikologi Abnormal

Serupa dengan cabang psikologi lainnya, ada beberapa aliran teori yang mendasari perkembangan psikologi abnormal, antara lain:

1. Psikodinamika

Model psikodinamik diusulkan oleh Sigmund Freud. Model ini juga dikenal sebagai teori psikoanalitik atau teori psikoanalitik. Psikodinamik percaya bahwa ada tiga struktur kepribadian, yaitu id, ego dan superego.

Yang ketiga dari struktur ini adalah kekuatan lawan. Fungsi keseimbangan dinamis antara id, ego, superego sebagai struktur psikis adalah kesehatan mental.

2. Behaviorisme

Model perilaku disebut juga sebagai model pembelajaran. Teori ini dikemukakan oleh John B. Watson dan Ivan Pavlov. Model ini percaya pada peran belajar dalam menggambarkan perilaku, tindakan yang normal dan juga abnormal.

Dilihat sebagai abnormal melalui perspektif model behaviorisme, ia memiliki refleksi pembelajaran dan perolehan perilaku yang tidak adaptif atau tidak pantas.

3. Kognitif-Sosial

Albert Bandura, Walter Mischel dan Julian B Rotter adalah kontributor teori kognisi sosial. Teori ini berfokus pada peran kognisi atau proses berpikir yang dipelajari melalui pengamatan atau pemodelan perilaku manusia lainnya. Individu dan lingkungan saling mempengaruhi.

5. Kognitif

Teori kognitif yang digunakan dalam pola perilaku abnormal adalah model yang dikembangkan oleh Psikolog Aaron Beck dan Psikolog Albert Ellis. Model ini menggunakan pendekatan pemrosesan informasi untuk menjelaskan pola perilaku abnormal. Distress emosional terjadi karena keyakinan orang tentang pengalaman hidup.

6. Stres Diatesis

Diatesis adalah kecenderungan atau kerentanan terhadap gangguan tertentu. Teori diatesis stres menjelaskan bahwa masalah yang muncul akibat perilaku abnormal meliputi interaksi antara kejadian dan kerentanan. Peristiwa dapat mencakup pengalaman hidup yang penuh tekanan.

Lingkup Psikologi Abnormal

Secara umum, psikologi biasanya tidak menangani beberapa hal, yaitu penilaian, intervensi dan penelitian.

1. Assesment

Penilaian adalah proses dimana informasi tentang subjek atau klien dikumpulkan. Penilaian bertujuan untuk dapat memahami secara detail tentang orang tersebut. Informasi dari penilaian juga digunakan untuk membuat keputusan yang akan diberikan.

Penilaian dilakukan dalam beberapa langkah termasuk survei, penelitian, observasi, eksperimen, pengembangan teori dan studi kasus klinis.

2. Intervensi

Intervensi adalah upaya yang dilakukan untuk mengubah beberapa aspek dari seseorang seperti pikiran, perilaku dan perasaan. Intervensi dilakukan agar masyarakat dapat menjalani kehidupan yang lebih baik.

Dalam psikologi, intervensi klinis dilakukan untuk membantu orang dalam memecahkan masalah agar dapat menjalani kehidupan yang nyaman.

3. Penelitian

Penelitian psikologi abnormal dilakukan untuk membuktikan kebenaran teori serta cara mengimplementasikan teori tersebut. Penelitian psikologi abnormal juga dilakukan untuk memahami keunikan individu mulai dari perasaan, perilaku, dan pikiran.

Metode dalam Psikologi Abnormal

Tidaklah normal bagi psikolog untuk menggunakan sejumlah metode ilmiah saat melakukan penelitian. Metode tersebut digunakan dan dilaksanakan agar hasil penelitian dapat lebih mendekati kenyataan. Metode berikut digunakan dalam mempelajari perilaku psikologis abnormal:

a. Metode Observasi Naturalistik

Metode observasi naturalistik adalah metode yang digunakan untuk mengamati tindakan di tempat terjadinya dan sifat dari tindakan tersebut. Peneliti mengamati tindakan subjek secara alami dan tanpa kondisi buatan.

b. Metode Eksperimental

Metode eksperimental memungkinkan peneliti untuk menyelidiki hubungan sebab-akibat. Peneliti dapat memanipulasi situasi atau hal tertentu yang menjadi faktor penyebab kemudian melihat hasilnya dan mengukurnya dalam situasi yang terkendali. Faktor-faktor dalam penelitian dapat dilihat dengan meminimalkan risiko dari faktor-faktor lain.

c. Metode Korelasional

Metode korelasi digunakan dengan cara mengukur statistik antara dua variabel atau lebih. Dalam metode ini peneliti dapat melihat hubungan dua variabel atau lebih.

Kekurangan dari metode ini adalah peneliti tidak dapat meneliti gejala secara detail karena hanya sebatas menguji hubungan.

d. Metode Epidemiologik

Metode epidemiologi memungkinkan peneliti untuk menganalisis tindakan kelompok populasi yang berbeda atau pengaturan yang berbeda. Cara ini bisa mengungkap penyebab kerusuhan.

Peneliti juga dapat mengidentifikasi dan mengklasifikasikan kelompok berdasarkan karakteristik tertentu sehingga peneliti dapat membedakan antara kelompok tersebut.

e. Metode Studi Kasus

Studi kasus digunakan dalam penelitian psikologis abnormal. Metode studi kasus dapat mempengaruhi perkembangan teori serta cara untuk menangani perilaku abnormal.

Manfaat Psikologis yang Tidak Normal

Psikologi abnormal dapat memberikan manfaat, antara lain:

1. Dengan mempelajari psikologi kelainan, individu akan memperoleh pemahaman dan pengetahuan tentang jenis, gejala, pencegahan, penyebab dan pengobatan perilaku abnormal.

2. Psikologi abnormal dapat digunakan dalam konsultasi dan psikiatri untuk membantu memahami subjek atau klien.

3. Bagi konselor, pemahaman tentang psikologi abnormal dapat membantu mengatasi dan mencegah gangguan psikologis pada siswa.

4. Individu yang tidak normal mampu melakukan fungsi sosial yang normal

5. Psikologi abnormal juga memiliki manfaat bagi komunitas ilmiah, termasuk pengembangan metode intervensi, penelitian dan berbagai alat untuk memfasilitasi intervensi klinis pada subjek yang diidentifikasi memiliki gangguan.

Dapatkan soal tes psikologi gratis disitus Golife.id

Ini adalah informasi yang berkaitan dengan psikologi abnormal. Secara khusus, psikologi abnormal termasuk dalam psikologi klinis.