Referensi Portal Berita Aktual Dan Terpercaya Hanya Di Infosiar.com

Berikut beberapa informasi yang kami kutip dari website infosiar.com. Infosiar adalah portal berita Nasional yang berkedudukan di Sidrap/ Sidenreng Rappang – Sulawesi Selatan.

Infosiar.com memiliki visi dan misi untuk menyajikan berita terkini dan terpercaya serta berimbang.

Tim Gugus Satgas Covid 19 Dinilai Sukses Tekan Pandemi

Tim Gugus Satgas Covid 19 Dinilai Sukses Tekan Pandemi, Ini Buktinya

Sidrap, Infosiar.com — Tim gugus tugas Satuan Tugas (Satgas) Covid 19 Sidrap. Dinilai sukses menekan dan mencegah tingkat penularan virus mematikan didaerah ini.

Hal itu terbukti dengan data yang dirilis dari tim gugus Satgas Covid 19 per hari ini, Jumat (26/2/2021), mengalami peningkatan kesembuhan pasien sebesar 741 atau sekitar 83 persen.

“Dari data warga yang tercatat terpapar Covid 19 didaerah ini, sebanyak 865 orang, dan yang mengalami kesembuhan sebesar 741 atau prosentasenya mencapai 83 persen,”jelas Jubir Gugus Satgas Covid 19 Sidrap, Dr Ishak Kenre, SKM, M.Kes sesaat lalu.

Menurutnya, angka ini menunjukan bahwa, masih ada 103 warga yang sementara dalam perawatan. Itu terdiri dari 94 pasien yang di isolasi mandiri, dan pasien 5 dirawat di Rumah Sakit serta 4 orang sebagai duta covid-19.

Dijelaskannya, tingginya tingkat kesembuhan bagi penderita covid-19 itu. Tidak terlepas dari peran serta tim gugus Satgas untuk terus menghimbau kepada seluruh lapisan masyarakat terkait penerapan protokol kesehatan (Prokes).

“Meningkatnya tingkat kesembuhan ini, tidak hanya menjadi tanggungjawab dan peran tim gugus satgas Covid 19, melainkan hal ini juga didukung adanya kesadaran masyarakat itu sendiri dalam mencegah dan bersama-sama memutus mata rantai penularan pandemi itu,” ujar Dr Ishak.

Diduga Kuat Tengkulak Mainkan Timbangan Untuk Beli Gabah Petani

Sidrap, Infosiar.com — Setiap musim panen padi, masyarakat petani diminta untuk mewaspadai ulah para tengkulak yang diduga kuat memainkan timbangan dalam membeli gabah petani.

Praktek para pengepul atau tengkulak itu. Terlebih dahulu menyetel atau memanipulasi jarum timbangan lalu melakukan pemotongan 10 kg atau bahkan lebih setiap karungnya.

“Jarum timbangan sudah dimaninkan, tengkulak juga melakukan pemotongan antara 10 kg hingga 15 kg setiap karung,” keluh sejumlah masyarakat petani yang ditemui di Pangkajene, Sidrap, Rabu kemarin (24/2/2021).

Untuk menyikapi keluahan masyarakat petani didaerah ini, Perkumpulan Pengusaha Penggilingan Padi dan Beras (Perpadi) Sidrap bersama Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Sidrap dan Pemkab melakukan pertemuan di Baruga SKPD, Kamis (25/2/2021).

Ketua Perpadi Sidrap, Hasnawi, tidak menampik adanya sejumlah oknum yang memang ingin mengambil keuntungan yang lebih banyak dari petani dengan memanipulasi jarum timbangan.

Modus Kecurangan

Modusnya, kata Hasnawi, oknum tengkulak menaikkan harga pembelian, padahal petani tidak tahu kalau sesunggunya harganya itu lebih rendah karena ada permainan jarum timbangan dengan pemotongan yang tidak wajar.

Menuritnya, harga transaksi semula antara petani dengan pedagang pengepul menjadi acuan penjualan gabah kepada penggilingan padi. Sehingga harga gabah menjadi lebih tinggi dibanding dengan harga gabah yang sesunggunya.

“Akibat dari sistim potongan dan Diduga Kuat Tengkulak Mainkan Timbangan Untuk Beli Gabah Petani para tengkulak ini, petani dan pengusaha penggilingan padi didaerah ini sangat dirugikan,”jelasnya.

Dari ketidakwajaran itu. kata Hasnawi, Perpadi dan KTNA Sidrap akan melakukan MoU untuk menciptakan transparansi jual beli gabah dan beras.

Ia mengatakan, tentunya hal tersebut tak lain agar saling menguntungkan antara petani, pedagang pengumpul dan pengusahan penggilingan padi dengan cara penimbangan yang transparan.

Sementara itu. Sekretaris Daerah (Sekda) Sidrap, Sudirman Bungi mengatakan, akibat pembelian gabah dengan sistem potongan ini, petani dan pengusaha penggilingan padi sangat dirugikan.

Untuk itu, sambung Sekda Sudirman, setelah MoU dilakukan, Pemkab Sidrap akan membentuk tim pengawasan yang melibatkan berbagai pihak untuk mengawasi jual beli gabah petani serta akan mendirikan posko di setiap desa/kelurahan.

Terkait sanksi terhadap kecurangan timbangan, Sudirman menyebutkan hal itu merupakan tindakan pelanggaran pidana.

“Kedepannya, apakah nanti petani atau kelompok tani yang melapor. Kita akan fasilitasi untuk ditindaklanjuti sesuai peraturan hukum yang berlaku,”papar Sekda Sudirman.

Tangani Pandemi Covid 19, Butuh Kerja Sama Global, Ini Kata Presiden Jokowi

Tangani Pandemi Covid 19, Butuh Kerja Sama Global, Ini Kata Presiden Jokowi

Jakarta, Infosiar.com — Untuk menangani pandemi Covid 19, dibutuhkan kerjasama secara global dan memerlukan kerja sama erat antar negara yang saat ini tengah melanda setidaknya 215 negara di dunia dan tidak mengenal batas negara sehingga penanganan komprehensif dalam lingkup global sangat diperlukan.

Demikian disampaikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) secara virtual pada acara International Conference, Tackling The Covid-19 Pandemic (Health, Economics, Diplomacy, and Social Perspectives) yang ditayangkan dalam akun YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (23/2/2021).

“Dunia tidak bisa sepenuhnya bebas dari virus ini jika masih ada satu negara saja yang belum bebas dari virus itu. Oleh karena itu, yang paling penting agar kita dapat menangani pandemi ini adalah kerja sama, kerja sama, dan kerja sama,” ujarnya.

Selama satu tahun belakangan, negara-negara dunia berjibaku untuk menangani pandemi yang menimpa, termasuk Indonesia. Lebih dari 110 juta warga dunia terdampak pandemi dan hampir 2,5 juta orang kehilangan nyawa akibat virus korona.

Selain melakukan penanganan dari sisi kesehatan, negara-negara dunia juga masih harus mengupayakan pemulihan ekonomi yang terpuruk sebagai dampak dari adanya pandemi ini.

“Masing-masing negara pasti sudah melakukan segala upaya untuk menanggulangi krisis ini. Namun, lebih dari itu, kita harus merancang secara akurat. Lebih detail, apa yang harus kita lakukan bersama-sama dengan bangsa-bangsa lain di seluruh dunia,” kata Presiden.

Vaksin Covid-19 yang kini mulai tersedia. Menimbulkan harapan baru akan berakhirnya pandemi. Dan Indonesia sendiri telah memulai pelaksanaan vaksinasi Covid-19 yang ditujukan bagi 181,5 juta rakyatnya.

Indonesia tetap berupaya untuk dapat berkontribusi bagi negara-negara lainnya

Meski tengah disibukkan dengan upaya penanganan di dalam negeri. Indonesia tetap berupaya untuk dapat berkontribusi bagi negara-negara lainnya. Dalam tataran global misalnya, Presiden Jokowi menyampaikan, Indonesia terus menyuarakan kesetaraan akses terhadap vaksin bagi semua negara.

“Indonesia adalah salah satu Co-Chair dari COVAX AMC (Advance Market Commitment) Engagement Group. Sudah menjadi tekad Indonesia untuk mengamankan akses vaksin bagi kebutuhan nasional. Namun, Indonesia selalu berupaya untuk berkontribusi bagi negara-negara lain dan bagi dunia,” ucapnya.

Presiden juga mengingatkan, vaksinasi bukanlah satu-satunya cara yang dapat dilakukan untuk keluar dari krisis akibat pandemi ini.

Upaya tersebut harus turut disertai dengan penerapan protokol kesehatan secara ketat serta penanganan pandemi melalui pemeriksaan, penelusuran, dan perawatan yang lebih baik bagi pihak-pihak yang terkonfirmasi positif Covid-19.

Lebih jauh. Kepala Negara juga meyakini bahwa pembatasan atau pola penanganan dalam lingkup mikro dapat menjadi kunci untuk menekan laju penularan pandemi.

Pemerintah Indonesia saat ini tengah mengedepankan upaya tersebut dengan melibatkan unit sosial komunitas yang berada di bawah untuk turut terlibat dalam upaya penanganan.

“Tahun 2021 adalah momentum untuk bangkit, tahun untuk menjawab berbagai peluang, dan tahun untuk bertransformasi menjadi kekuatan baru. Dunia harus terus memperkuat kerja sama untuk menyelesaikan permasalahan bersama dan bangkit bersama,” tandas Presiden.

 

Sumber : https://www.infosiar.com/