Biodiesel atau Fatty Acid Methyl Ester adalah bahan bakar alternatif terbaharui yang tersusun dari metil/etil ester, berasal dari trigliserida yang merupakan bahan penyusun utama minyak nabati dan lemak hewani untuk digunakan sebagai bahan bakar di dalam mesin diesel.

Biodiesel atau Fatty Acid Methyl Ester adalah bahan bakar alternatif terbaharui yang tersusun dari metil/etil ester, berasal dari trigliserida yang merupakan bahan penyusun utama minyak nabati dan lemak hewani untuk digunakan sebagai bahan bakar di dalam mesin diesel menggunakan pengukuran Flow Meter Digital.

Biodiesel merupakan kandidat yang paling dekat untuk menggantikan bahan bakar fosil sebagai sumber daya transportasi utama dunia saat ini. Hal berikut karena biodiesel merupakan bahan bakar terbaharui yang sanggup menggantikan diesel petrol di mesin.

Biodiesel dihasilkan bersama dengan sistem transesterifikasi, yaitu mereaksikan minyak tanaman bersama dengan alkohol pakai zat basa sebagai katalis terhadap suhu dan komposisi tertentu, agar dapat menghasilkan dua zat yang disebut alkil ester (umumnya methyl atau ethyl ester) dan gliserin.

Transesterifikasi biodiesel pertama kali dijalankan terhadap th. 1853 oleh E. Duffy dan J. Patrick, jauh sebelum akan mesin diesel pertama kali ditemukan. Baru lantas terhadap th. 1893 di Augsburg, Jerman, Rudolf Diesel mengenalkan jenis mesin diesel pertama terhadap global fair Paris, Prancis. Pada saat itu mesin diesel dioperasikan pakai bahan bakar biodiesel yaitu terbuat dari transesterifikasi kacang tanah.

Mesin diesel yang beroperasi bersama dengan pakai biodiesel menghasilkan emisi karbon monoksida, hidrokarbon yang tidak terbakar, partikulat dan hawa beracun yang lebih rendah dibandingkan bersama dengan mesin diesel yang pakai bahan bakar petroleum.

Kelebihan biodiesel tidak cuman sebagai bahan bakar yang sanggup diperbaharui pada lain tidak wajib modifikasi mesin, enteng digunakan, ramah lingkungan, tercampurkan bersama dengan minyak diesel (solar), memiliki cetane number tinggi, memiliki daya pelumas yang tinggi, biodegradable, non toksik, serta bebas dari sulfur dan bahan aromatik (Soerawidjaja, 2005).

Terdapat lebih dari satu bahan baku minyak nabati maupun hewani yang sanggup diproduksi menjadi biodiesel, pada lain sebagai berikut:

Minyak Nabati. Sebagai sumber utama biodiesel sanggup dipenuhi oleh beraneka macam jenis tumbuhan tergantung terhadap sumber daya utama yang banyak di suatu tempat/negara. Misalnya Kelapa Sawit di Indonesia dan Kedelai di Eropa dan Amerika.

Lemak Hewani. Lemak hewani sangat terbatas dalam persediaan dan tidak efektif menaikkan kandungan lemak dalam hewan. Meskipun demikian, penggunaan lemak hewani tidak sanggup diacuhkan dan sanggup dijadikan sebagai pengganti penggunaan petrodiesel dalam kuantitas kecil. Misalnya Lemak Ayam, Ikan, dan lain-lain.

Algae. Alga atau ganggang terhitung sanggup digunakan sebagai bahan baku biodiesel yang sanggup dibiakkan bersama dengan pakai bahan limbah layaknya air selokan tanpa menggantikan lahan untuk tanaman pangan.

Proses Pembuatan Biodiesel

Biodiesel sanggup dibikin dari beraneka minyak hayati (minyak nabati atau lemak hewani) melalui sistem esterifikasi gliserida atau dikenal bersama dengan sistem alkoholisis. Terdapat tiga rute basic dalam sistem alkoholisis untuk menghasilkan biodiesel atau alkil ester, yaitu:

Transesterifikasi minyak bersama dengan alkohol melalui katalisis basa.
Esterifikasi minyak bersama dengan methanol melalui katalisis asam secara langsung.
Konversi dari minyak ke fatty acid, lantas dari fatty acid ke alkyl ester, melalui katalisis asam.

Kelebihan dan Kekurangan Biodiesel

Penggunaan biodiesel sebagai bahan bakar memiliki kelebihan, pada lain sebagai berikut:

Biodiesel tidak beracun.
Biodiesel adalah bahan bakar biodegradable.
Biodiesel lebih safe dipakai dibandingkan bersama dengan diesel konvensional.

Biodiesel sanggup bersama dengan enteng dicampur bersama dengan diesel konvensional, dan sanggup digunakan di lebih dari satu besar jenis kendaraan saat ini, apalagi dalam wujud biodiesel B100 murni.

Biodiesel sanggup menunjang mengurangi ketergantungan kita terhadap bahan bakar fosil, dan menaikkan keamanan dan kemandirian energi.

Biodiesel sanggup diproduksi secara massal di banyak negara, contohnya USA yang memiliki kapasitas untuk produksi lebih dari 50 juta galon biodiesel per tahun.

Produksi dan penggunaan biodiesel melepaskan lebih sedikit emisi dibandingkan bersama dengan diesel konvensional, sekitar 78% lebih sedikit dibandingkan bersama dengan diesel konvensional.

Biodiesel memiliki sifat pelumas yang sangat baik, secara signifikan lebih baik daripada bahan bakar diesel konvensional, agar sanggup memperpanjang era pakai mesin.
Biodiesel memiliki delay pengapian lebih pendek dibandingkan bersama dengan diesel konvensional.

Biodiesel tidak memiliki kandungan sulfur, agar tidak mengimbuhkan kontribusi terhadap pembentukan hujan asam.

Sedangkan kekurangan penggunaan biodiesel sebagai bahan bakar pada lain sebagai berikut:

Biodiesel saat ini lebih dari satu besar diproduksi dari jagung yang sanggup mengakibatkan kekurangan pangan dan meningkatnya harga pangan. Hal ini sanggup mengakibatkan meningkatnya kelaparan di dunia.

Biodiesel 20 kali lebih rentan terhadap kontaminasi air dibandingkan bersama dengan diesel konvensional, perihal ini sanggup mengakibatkan korosi, filter rusak, pitting di piston, dll.
Biodiesel murni memiliki kasus signifikan terhadap suhu rendah.
Biodiesel secara signifikan lebih mahal dibandingkan bersama dengan diesel konvensional.

Biodiesel memiliki kandungan daya yang jauh lebih sedikit dibandingkan bersama dengan diesel konvensional, sekitar 11% lebih sedikit dibandingkan bersama dengan bahan bakar diesel konvensional.

Biodiesel sanggup melepaskan oksida nitrogen yang sanggup mengarah terhadap pembentukan kabut asap.

Biodiesel, biarpun memancarkan emisi karbon yang secara signifikan lebih safe dibandingkan bersama dengan diesel konvensional, masih berkontribusi terhadap pemanasan global dan pergantian iklim.