bermacam perspektif pedagogis alias prinsip pendedahan bisa diperhitungkan dalam mengonsep serta berhubungan dengan teknologi pembelajaran. E-learning theory mempelajari pendekatan ini. Perspektif spekulatif ini dikelompokkan ke dalam 3 peredaran prinsip alias kerangka filosofis pokok: behaviorisme, kognitivisme serta konstruktivisme.

kampus kedokteran terbaik

Behaviorisme

Kerangka prinsip ini dibesarkan p tampak mula   masa ke-20 bersumber pada pengujian pendedahan binatang oleh Ivan Pavlov, Edward Thorndike, Edward C. Tolman, Clark L. Hull, serta [ [B.F. Pengupas kulit]]. Banyak psikolog mengenakan hasil ini buat meningkatkan prinsip pendedahan khalayak, tapi tutor modern biasanya mengamati behaviorisme selaku salah satu penilaian dari paduan holistik. Pengajaran dalam behaviorisme  dikorelasikan dengan training, menekankan pengujian pendedahan binatang. akibat behaviorisme terdiri dari tinjauan menggembleng orang macam apa menjalankan suatu dengan pujian serta sanksi, itu terpaut dengan melatih orang.[51]

B.F. Skinner mencatat sebagai ensiklopedis perihal kenaikan pengajaran bersumber pada tilikan fungsionalnya perihal sikap verbal[52][53] serta mencatat “Teknologi Pengajaran”,[54][55] usaha buat menandaskan kepercayaan yang melandasi pembelajaran kontemporer dan menaikkan sistemnya yang disebutnya programmed instruction. Ogden Lindsley meningkatkan sistem pendedahan, bernama Celeration, yang didasarkan pada tilikan sikap tapi sebagai  berlainan dari replika Keller serta Skinner.

Kognitivisme

Ilmu kognitif menghadapi pergantian relevan pada 1960-an serta 1970-an sampai separuh orang memaparkan masa itu selaku “revolusi kognitif” paling utama selaku respon  behaviorisme.[56] selang membentengi kerangka empiris behaviorisme, ilmu jiwa kognitif prinsip mengamati mengungguli sikap buat menggambarkan pendedahan berlandas otak dengan memperhitungkan macam apa kenangan khalayak bertindak buat menaikkan pendedahan. Ini merujuk pada membiasakan selaku “seluruhnya prosedur di mana input sensorik diganti, dikurangi, dijelaskan, ditaruh, dipulihkan, serta dikenakan” oleh angan manusdia.[56][57] bentuk bentuk kenangan Atkinson-Shiffrin serta kenangan operasi Baddeley diresmikan selaku kerangka operasi spekulatif. Ilmu pc serta teknologi data ada konsekuensi besar pada prinsip ilmu kognitif. teori kognitif kenangan operasi (sebelumnya diketahui selaku kenangan periode pendek) serta kenangan periode jauh  difasilitasi oleh riset serta teknologi dari aspek ilmu pc. impak besar yang ada pada aspek ilmu kognitif yaitu Noam Chomsky. kali ini para ekspeditor berkonsentrasi pada poin semacam bobot kognitif, pemrosesan data, serta ilmu jiwa perantara. Perspektif spekulatif ini pengaruhi bentuk instruksional.[58]

tampak 2 peredaran kognitivisme yang terpisah, serta ini yaitu kognitivis serta kognitivis sosial. Yang mula-mula berpusat pada penjelasan gagasan alias prosedur kognitif seseorang perseorangan sebaliknya yang kedua melingkupi prosedur sosial selaku konsekuensi dalam membiasakan kecuali kognisi.[59] Kedua sekolah, macam apapun, mengasih tinjauan jika membiasakan lebih dari pergantian sikap tapi lebih ialah prosedur psikologis yang dikenakan oleh mahasiswi.[59]

Konstruktivisme

Psikolog pembelajaran memisahkan antara separuh kelas konstruktivisme: konstruktivisme perseorangan (alias serebral), semacam skema kemajuan kognitif Piaget, serta konstruktivisme sosial .  konstruktivisme ini ada fokus pokok pada bagaimana mahasiswi membuat arti mereka sendiri dari data terkini, kali mereka berhubungan dengan realitas serta dengan mahasiswi lain yang membawa perspektif berlainan. kawasan membiasakan konstruktivis menuntut murid buat mengenakan wawasan serta pengalaman sebelumnya buat merumuskan skema terkini, terpaut, serta/atau adaptif dalam pendedahan (Termos, 2012).[60]). Di dasar kerangka ini kedudukan guru selaku penyedia, memberikan edukasi alhasil anggota tuntun bisa membuat wawasan mereka sendiri. tutor konstruktivis perlu meyakinkan jika pengalaman membiasakan sebelumnya pantas serta terpaut dengan skema yang diajarkan. Jonassen (1997) mengusulkan kawasan membiasakan yang “sistematis dengan cakap” berfungsi buat mahasiswi pendatang baru serta jika kawasan “tidak sistematis” cuma berfungsi buat pelajar yang lebih maju. tutor yang mengenakan perspektif konstruktivis bisa menekankan kawasan pendedahan aktif yang bisa mengombinasikan pendedahan berpusat pada murid pendedahan berlandas permasalahan, pendedahan berlandas order, serta pendedahan berlandas analisis, gagasanalnya menyertakan ringkasan negeri jelas, di mana murid sebagai aktif ikut serta dalam aktivitas menyangka kritis. semacam permufakatan ilustratif serta sampel bisa ditemui pada tahun 1980-an penyebaran pendedahan kognitif konstruktivis dalam literasi pc, yang menyertakan pemrograman selaku instrumen pembelajaran.[61]:224 ”LOGO, semacam bahasa pemrograman, menghasilkan usaha buat menggabungkan ide Piaget dengan pc serta teknologi.[61][62] mulanya ada klaim yang lebar serta penuh tujuan, tercantum “boleh jadi klaim setidaknya kontroversial” jika itu hendak “menaikkan kemampuan pembelahan permasalahan biasa” jalur tertib ilmu.[61]:238 tetapi, kemampuan pemrograman LOGO tidak sebagai tidak berubah-ubah menciptakan faedah kognitif.[61]:238 Itu “tidak sekonkret” semacam yang diklaim para advokat, ia mengutamakan “satu wujud penalaran di menurut yang lain”, serta rumit buat menjalankan keaktifan menyangka pada keaktifan berlandas non-LOGO.[63] Pada akhir 1980-an, LOGO serta bahasa pemrograman semacam yang ada  kehilangan mutasi serta dominasinya dan sebagai berantara tidak lagi diutamakan di tengah kritik.[64]

kampus uin terbaik