Banyak orang yang tertarik untuk homeschooling, tapi bingung memilih jenisnya. Ini dia beberapa tips untuk memilih jenis homeschooling yang tepat:

– Tip pertama, tentukan apakah Anda ingin memilih pendidikan formal atau non-formal.

– Tip kedua, pikirkan bagaimana anak Anda akan mengajar dirinya sendiri. Jika Anda memilih pendidikan formal, maka anak Anda akan mendapatkan jadwal dan materi pelajaran yang pasti. Tetapi, jika Anda memilih pendidikan non-formal, anak Anda akan belajar sesuai kemampuan dan minatnya.

– Tips keenam, perhatikan anak Anda. Jika anak Anda cenderung menyendiri dan tidak suka berinteraksi dengan orang lain, maka homeschooling jakarta mungkin bukan pilihan yang tepat untuknya.

Kiat Sukses Melakukan Homeschooling

Jika Anda tertarik untuk melakukan homeschooling, ada beberapa hal yang perlu Anda pertimbangkan seperti materi pelajaran, jadwal, dan cara mengajar anak. Pertama-tama, Anda harus menentukan materi pelajaran apa yang ingin Anda ajarkan kepada anak. Kedua, buatlah jadwal pelajaran harian atau mingguan. Dan ketiga, gunakan metode pembelajaran yang menarik sehingga anak tidak merasa bosan.

Anda telah membaca pro dan kontra homeschooling, dan Anda telah memutuskan bahwa itu tidak tepat untuk keluarga Anda. Tidak apa-apa! Ada banyak pilihan lain di luar sana, dan Anda pasti akan menemukan satu yang sangat cocok.

Jangan biarkan siapa pun memberi tahu Anda bahwa homeschooling adalah satu-satunya cara untuk pergi – tidak. Ada banyak keluarga yang senang dengan keputusan mereka untuk homeschooling, tetapi ada banyak juga yang senang dengan keputusan mereka untuk menyekolahkan anak-anak mereka ke sekolah negeri atau swasta.

Yang paling penting adalah Anda melakukan apa yang terbaik untuk keluarga Anda. Jangan biarkan orang lain memberi tahu Anda apa itu.

Pengertian Homeschooling

Homeschooling adalah suatu sistem pendidikan dimana anak-anak dan remaja di bawah umur 18 tahun mendapatkan pendidikan dirumah oleh orang tuanya atau guru yang ditunjuk.

Sejarah Homeschooling Di Dunia

Anda mungkin tidak mengetahui hal ini, tetapi homeschooling sebenarnya adalah konsep yang cukup tua. Ide orang tua mengajar anak-anak mereka di rumah sudah ada sejak abad ke-17.

Contoh homeschooling pertama yang tercatat adalah pada tahun 1670, ketika pendeta Puritan John Cotton menganjurkan orang tua untuk mengajar anak-anak mereka di rumah. Dia percaya bahwa anak-anak harus dididik dengan cara-cara Alkitab, dan bahwa sekolah formal bukanlah tempat terbaik untuk mempelajari hal-hal ini.

 

Homeschooling tetap relatif tidak umum sampai abad ke-19, ketika sejumlah faktor yang berbeda menyebabkan peningkatan jumlah keluarga yang memilih untuk homeschooling anak-anak mereka. Faktor-faktor ini termasuk munculnya sekolah umum, meningkatnya imigrasi, dan penghapusan undang-undang pekerja anak.

Saat ini, homeschooling lebih populer daripada sebelumnya. Di Amerika Serikat saja, diperkirakan ada 1,7 juta siswa homeschooling.

Tujuan Homeschooling

Homeschooling juga bisa dilihat dari sudut pandang tujuan pendidikan anak. Banyak orang tua yang berpikir bahwa sekolah formal di Indonesia kurang memberikan penekanan pada aspek akademiknya. Hal ini akhirnya menjadi alasan utama mereka untuk memilih untuk mendidik anak-anak mereka sendiri.

 

Kelebihan Dan Kekurangan Homeschooling

Homeschooling juga mempunyai kelebihan dan kekurangan. Secara umum, kelebihan homeschooling adalah:

-Anak dapat belajar sesuai kecepatannya;

-Anak dapat mengembangkan minatnya;

-Anak dapat mendapat perhatian penuh dari orang tua;

-Orang tua dapat berperan sebagai pendidik utama anak. 

Sedangkan, kekurangan homeschooling adalah:

-Beban orang tua akan bertambah karena harus mengajar sendiri;

-Butuh dana yang tidak sedikit untuk membeli buku dan alat peraga;

-Tidak mendapat pendidikan sosial seperti di sekolah;

-Apabila tidak disiplin, anak akan melalaikan studinya. 

Tips Memilih Jenis Homeschooling Yang Tepat

Jika kamu memutuskan untuk homeschooling anakmu, kamu harus memilih jenis homeschooling yang sesuai dengan kebutuhan anakmu. Ada beberapa jenis homeschooling, yaitu:

– Tradisional: anak dan orangtua belajar di rumah seperti sekolah biasa. Biasanya, guru datang ke rumah dan memberikan pelajaran satu per satu kepada anak.

– Virtual: guru dan anak belajar secara daring (online). Biasanya, guru memberikan video pelajaran dan latihan soal yang dapat diakses oleh anak.

– Unschooling: tidak ada jadwal dan pelajaran tertentu. Anak dibebaskan untuk menentukan apa yang akan dipelajari.

Kamu harus mempertimbangkan beberapa hal sebelum memilih jenis homeschooling, seperti: gaya belajar anakmu, usia anakmu, dan tujuan kamu dalam melakukan homeschooling.