Kenali Water Heater dan Alasan Mengapa Water Heater Tidak Berfungsi Secara Optimal

Water heater adalah alat yang menggunakan suatu proses termodinamika dengan menggunakan sumber energi untuk memanaskan air dari suhu awal. Jika kamu senang mandi menggunakan air hangat, tapi tidak ingin repot memanaskan air menggunakan kompor, water heater bisa menjadi solusi yang tepat.  Mesin pemanas air ini awalnya hanya dapat digunakan untuk keperluan hotel atau penginapan. Akan tetapi, sekarang sudah banyak rumah yang menggunakan water heater sebagai kebutuhan mandi sehari–hari.

Adapun fungsi dari water heater adalah sebagai pemanas air. Mengubah suhu normal menjadi suhu yang panas. Setiap water heater memiliki pemanas yang berbeda–beda, ada yang menggunakan sistem pemanas dari energi listrik dan ada juga yang menggunakan energi gas.

 

Tipe – Tipe Water Heater adalah

 

1. Water Heater Listrik (electric water heater)

Seperti pada namanya water heater ini menggunakan energi listrik sebagai energi utamanya.

2. Solar Water Heater (SWH)

Pemanas air ini adalah pemanas yang memanfaatkan energi matahari gratis. Sering timbul salah pengertian atau pemahaman dari pemanas air tipe ini. Padahal, dari semua water heater yang ada, tipe ini yang paling sederhana cara kerjanya. Air dingin yang mengalir dapat langsung dipanaskan oleh matahari di kolektor lalu disimpan di tangki sampai akhirnya digunakan.

3. Air Conditioning Water Heater (ACWH)

Alat pemanas air ini memanfaatkan panas Freon dari AC yang biasanya dibuang. Freon yang panas dialirkan pada Heat Exchanger yang akan memanaskan air dari tangki penampungan.

4. Heat Pump Water Heater

Cara kerja alat pemanas air ini tidak jauh berbeda dengan ACWH, namun di Heat Pump semua telah menjadi satu desain untuk air panas.

5. Gas Alat Pemanas (Gas Water Heater)

Alat pemanas ini dapat menggunkan gas (baik gas elpiji ataupun gas alam) sebagai sumber energi untuk memanaskan air. Caranya sama dengan pembakaran  pada kompor gas. Pipa yang didalamnya mengalir air dingin langsung di panasi, sehingga air yang keluar langsung terasa panas tanpa perlu di tamping terlebih dahulu.

Tipe Gas Water Heater

Pemanas air dengan tipe gas dibagi menjadi 3 yaitu :

1. Pemanas Air tipe tangki

Water Heater atau air panas dengan tangki, jika tanpa perawatan yang tepat berpotensi dapat mengalami kerusakan atau bahkan bisa meledak jika terjadi kenaikan suhu yang tidak terkontrol. Water Heater yang menyeterum bisa disebabkan oleh heaternya (pemanas) bocor karena terbuat dari bahan tembaga. Kebocoran yang terjadi biasanya disebabkan oleh termakannya usia sehingga heater tembaga tersebut terkena air.

2. Pemanas Air tanpa tangki didalam ruangan
3. Pemanas Air tanpa tangki diluar ruangan

Prinsip kerja water heater adalah dengan mengalirkan air melalui pipa ke dalam tangki yang dilengkapi dengan isolasi disekelilingnya, lalu pada bagian bawah tangki tersebut dilengkapi dengan kompor gas agar dapat membakar tangki dan sampai akhirnya menghasilkan air panas.

Cara Kerja Water Heater Gas

  1. Pertama, buka kran air panas.
  2. Air dingin mengalir dan bisa terdeteksi oleh flow sensor.
  3. Burner menyala, bagian yang dapat bekerja seperti kompor untuk memanaskan heat exchanger.
  4. Air dingin bersikulasi pada heat exchanger.
  5. Heat exchanger memanaskan air sampai  mencapai suhu yang di inginkan.
  6. Saat kran air panas ditutup air berhenti mengalir, flow sensor tidak  dapat mendeteksi adanya aliran air.
  7. Burner otomatis akan mati.

6. Solar Rubber Pool Heating

Alat pemanas air ini  didesain untuk kolam renang dengan memanfaatkan panas sinar matahari. Cara kerjanya hamper sama dengan solar water heater, hanya saja untuk kolektor atau penangkap panas menggunakan panel karet (polymer) yang tahan terhadap chlor atau zat kimia kolam renang. System pemanasan air ini tidak menggunakan tangki penampungan, justru kolam renang tersebutlah sebagai tangki penampungan dan disirkulasi langsung.

 

Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Membeli Water Heater

 

Beberapa hal yang dapat diperhatikan saat akan membeli water heater, diantaranya adalah :

  1. Sumber bahan bakar
  2. Efisiensi energi
  3. Jenis penyimpanan
  4. Kapasitas penyimpanan
  5. Ruang yang dibutuhkan
  6. Perhatikan harga serta biaya perawatan water heater

Alasan umum mengapa water heater tidak menghasilkan air hangat adalah karena elemen pemanasnya yang rusak. Secara umum, retakan dapat berkembang melalui gulungan elemen pemanas. Maka dari itu, begitu retakan ini mengalir melewati koil, aliran listrik akan terganggu dan menyebabkan air menjadi tidak panas.

Anda dapat membeli Handal Water Heater untuk memenuhi kebutuhan air panas Anda. Selain itu, Anda juga dapat memilih water heater yang sesuai dengan sumber energi yang dibutuhkan dan ukuran tangki yang Anda inginkan.