Yuk Simak Sumber dan Metodologi Pembiayaan Infrastruktur di Indonesia

Pembangunan infrastruktur merupakan salah satu faktor kunci untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang sesuai harapan. Dimana dibutuhkan pembiayaan infrastruktur untuk pendanaan yang besar dalam jangka panjang, agar dapat membangun infrastruktur yang berkualitas. Adapun sumber dan metodologi pembiayaan tersebut di antaranya yaitu sebagai berikut.

Sumber dan Metodologi Pendanaan Infrastruktur

1. Pendanaan Pemerintah

Pendanaan pemerintah untuk pembangunan infrastruktur umumnya terbagi menjadi dua kategori besar, yaitu pembiayaan yang dilakukan pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Untuk pemerintah pusat, pendanaan dilakukan melalui APBN (Anggaran Pendapatan Belanja Negara), PHLN (Pinjaman dan/atau Hibah Luar Negeri), SHN/SUN, dan likuiditas aset negara.

Likuiditas aset negara sendiri berasal dari penjualan aset, IPO dari BUMN, serta sekuritisasi. Sementara itu, pemerintah daerah melakukan pendanaan dengan metodologi APBD (Anggaran Pendapatan Belanja Daerah) dan surat utang daerah yang penerbitannya memang ditujukan khusus untuk daerah.

2. Pendanaan BUMN/BUMD

Sumber dan metodologi pembiayaan infrastruktur berikutnya berasal dari BUMN atau BUMD. Yang mana pendanaannya diperoleh dari cadangan kas dan kas operasional, surat utang dan obligasi perusahaan, serta pinjaman langsung BUMN/BUMD. Dalam hal ini, penerbitan surat obligasi didasarkan pada kredit rating perusahaan terkait.

3. Pendanaan Off Balance Sheet

Off balance sheet merupakan kegiatan bank yang akan berdampak pada pendapatan non bunga, dimana aktivitasnya tidak tercatat dalam neraca. Off balance sheet ini secara substansial berkontribusi pada profit. Ini juga dapat dijadikan sebagai sumber pendanaan infrastruktur di Indonesia.

Metodologi pendanaan dilakukan melalui availability payment. Dengan rincian ekuitas investor dan jaminan multi year dari pemerintah pusat, serta ekuitas investor dan jaminan multi year dari pemerintah daerah untuk infrastruktur di daerah. Availability payment sendiri merupakan pembayaran secara berkala atas tersedianya layanan infrastruktur, yang kriteria dan kualitasnya sesuai dengan yang telah ditentukan dalam perjanjian KPBU.

4. Pendanaan Strategis

Pendanaan strategis dilakukan secara vertikal, horizontal, dan split. Ini merupakan campuran berbagai metodologi pembiayaan dengan memilih aset. Bisa juga menggunakan metodologi paket lintas sektor dan lain lain, seperti halnya surat hutang khusus infrastruktur hingga obligasi proyek.

5. Pendanaan KPBU

Dalam pembiayaan infrastruktur di Indonesia, dikenal pula KPBU atau kerja sama pemerintah dan badan usaha. Metodologinya dilakukan oleh swasta dengan jaminan pemerintah. Menggunakan ekuitas investor dengan proyek finance dan VGF (viability gap fund), yaitu dukungan pemerintah dalam bentuk kontribusi sebagian dari biaya konstruksi.

VGF tersebut diberikan secara tunai pada proyek kerja sama pemerintah dan badan usaha yang belum memiliki kelayakan finansial, namun sudah punya kelayakan ekonomi. Penyelenggaraan KPBU ini dilakukan berdasarkan beberapa prinsip. Seperti kemitraan, kemanfaatan, serta pengendalian dan pengelolaan risiko.

Itu dia beberapa sumber dan metodologi pendanaan infrastruktur di Indonesia. Salah satu lembaga pembiayaan yang menghadirkan berbagai produk untuk pendanaan infrastruktur yaitu PT SMI (Sarana Multi Infrastruktur). Anda dapat mengecek secara langsung produk pembiayaan PT SMI beserta sederet keunggulannya di situs ptsmi.co.id.